MAMUJU — Puncak perayaan Hari Jadi Mamuju yang ke-485 tahun berlangsung meriah dalam malam ramah tamah yang digelar di Kompleks Rumah Adat Mamuju, Senin malam, 14 Juli 2025. Acara ini tak sekadar seremoni, namun menjadi panggung peluncuran 8 program perubahan strategis Pemerintah Kabupaten Mamuju di bawah kepemimpinan Bupati Hj. Sitti Sutinah Suhardi.
Disaksikan Ketua DPRD, unsur Forkopimda, serta ratusan tamu undangan, Bupati Sutinah secara resmi me-launching delapan program unggulan lintas sektor, yang menyasar isu kebencanaan, pendidikan, lingkungan hidup, kependudukan, infrastruktur, hingga pertanian. Kedelapan program tersebut diberi nama: Sigap, Makkarama, PSR, SEAL, Rindu Mamuju, Penduduk Mamuju Terkini, dan Macanga.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas kerja sama semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian perayaan Hari Jadi Mamuju.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersinergi, mulai dari jajaran pemerintahan, dunia usaha, Forkopimda, hingga tokoh masyarakat yang telah berkontribusi aktif,” ujar Sutinah dengan penuh semangat.
Bupati juga menyoroti kerja keras panitia pelaksana yang mampu menghadirkan rangkaian kegiatan meriah meski di tengah keterbatasan. Ia menilai semangat gotong royong inilah yang menjadi kekuatan utama dalam membangun Mamuju.
Malam ramah tamah ditutup dengan pemilihan Keke Baine dan Keke Muane, sebuah kompetisi budaya yang memadukan pelestarian tradisi dan pemberdayaan generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai kearifan lokal.
Sutinah berharap, peringatan HUT Mamuju ke-485 ini menjadi momentum kuat untuk memperteguh komitmen bersama membangun Mamuju yang lebih keren, tangguh, dan berdaya saing di segala sektor.










