MAMUJU – Di balik ketegasan seragam cokelat dan beratnya tanggung jawab menjaga keamanan masyarakat, tersimpan sisi kemanusiaan yang begitu kuat di tubuh Kepolisian Daerah Sulawesi Barat.
Hal itu terlihat pada Minggu (25/10/2026), ketika Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Totok Suharyanto menyempatkan diri mengunjungi sejumlah personel yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulbar.
Didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polda Sulbar serta dokter penanggung jawab, Kapolda hadir bukan sekadar sebagai pimpinan, tetapi sebagai sosok yang ingin memastikan kondisi anggotanya secara langsung.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari Program Minggu Kasih, sebuah bentuk kepedulian yang menempatkan nilai kemanusiaan dan kekeluargaan sebagai bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Dengan suasana penuh kehangatan, Irjen Pol Totok Suharyanto menyambangi satu per satu personel yang berada di ruang perawatan. Sapaan akrab, senyum, serta perhatian sederhana diberikan kepada anggota yang sedang berjuang memulihkan kondisi kesehatannya.
Kapolda juga mendengarkan keluhan para personel dan keluarga yang mendampingi, sembari memberikan motivasi agar mereka tetap kuat dan fokus menjalani proses pemulihan.
“Insya Allah tidak apa-apa, lekas sembuh ya. Fokus pada pemulihan, karena kami semua menunggu kehadiran rekan-rekan kembali di tengah keluarga besar Polda Sulbar,” tutur Kapolda.
Tidak hanya memberikan semangat, Kapolda juga menyerahkan bingkisan tali asih sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada personel yang sedang menjalani perawatan.
Bagi anggota dan keluarga yang sedang menghadapi ujian sakit, kehadiran pimpinan tertinggi Polda Sulbar tersebut menjadi suntikan moril yang begitu berarti.
“Terima kasih, Jenderal, atas perhatiannya. Ini menjadi kehormatan luar biasa bagi kami. Di saat sedang diuji dengan sakit, merasa sangat dipedulikan seperti ini membuat semangat untuk sembuh semakin berlipat ganda,” ungkap salah seorang keluarga pendamping.
Program Minggu Kasih tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun hubungan kekeluargaan di lingkungan internal Polri. Perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan personel dinilai penting karena kualitas pelayanan kepada masyarakat juga sangat dipengaruhi oleh kondisi sumber daya manusia yang menjalankan tugas.
Bagi Kapolda Sulbar, merawat personel bukan sekadar persoalan kedinasan. Di balik setiap anggota yang bertugas menjaga keamanan masyarakat, terdapat keluarga dan kehidupan yang juga membutuhkan perhatian.
Usai menjenguk personel, perhatian Kapolda kemudian berlanjut pada aspek pelayanan. Irjen Pol Totok Suharyanto meninjau sejumlah fasilitas, sarana dan prasarana Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulbar.
Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan fasilitas pelayanan kesehatan berada dalam kondisi baik dan mampu mendukung kebutuhan pasien, baik dari kalangan internal Polri maupun masyarakat umum.
Kapolda ingin memastikan pelayanan kesehatan berjalan secara optimal, mulai dari kesiapan sarana hingga kenyamanan pasien selama mendapatkan perawatan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap personel tidak berhenti pada pemberian dukungan moril, tetapi juga menyentuh aspek pelayanan dan fasilitas yang menjadi bagian penting dalam menunjang kesejahteraan anggota serta masyarakat.
Momentum Minggu Kasih akhirnya menjadi pesan sederhana namun kuat: sebelum meminta anggota memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, institusi juga harus terlebih dahulu memberikan perhatian terbaik kepada anggotanya.
Dengan merawat anggota penuh kepedulian, Polda Sulbar berupaya membangun kekuatan internal yang lebih solid, humanis, dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sulawesi Barat.









