Bupati Mamasa Tegas! Program Rehabilitasi Hutan Jangan Sekadar Laporan

- Jurnalis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamasa – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menegaskan agar program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) benar-benar membawa dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan, bukan sekadar formalitas laporan pertanggungjawaban. Hal ini disampaikan saat menghadiri kegiatan Sekolah Lapang Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) dan Agroforestry Sub DAS Mamasa yang digelar Kementerian Kehutanan melalui Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) wilayah kerja BP DAS Jeneberang Saddang, di Aula Kantor Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Jumat (22/8/2025).

Dalam arahannya, Welem menyoroti lemahnya pengawasan program RHL sejak 2021. Menurutnya, seharusnya saat ini sudah terlihat hasil nyata berupa tumbuhnya pohon-pohon di lahan kritis Mamasa, namun kenyataannya masih banyak lahan tandus.

“Program pendampingan harus jelas dan tegas. Jangan sekadar bagi bibit lalu ditinggalkan. Yang dibutuhkan adalah berapa pohon yang tumbuh, bukan berapa yang ditanam. Kalau mati, harus diganti. Itu baru namanya rehabilitasi,” tegas Bupati.

Welem juga meminta agar bibit yang digunakan adalah bibit lokal yang disemai di Mamasa. Sebab, banyak bibit dari luar daerah tidak sesuai dengan kondisi tanah setempat sehingga gagal tumbuh.

Ia menekankan bahwa Mamasa tidak boleh hanya dijadikan “lokasi proyek laporan”, melainkan harus benar-benar menerima manfaat dari setiap program pemerintah.

“Sekecil apapun program, kalau bermanfaat itu yang dibutuhkan. Sebaliknya, sebesar apapun program yang masuk tetapi tidak ada hasil, maka tidak ada gunanya bagi masyarakat Mamasa,” tambahnya.

Sementara itu, Perwakilan BP-DAS Jeneberang-Saddang, Achmad Sudarno, S.P., M.Sc, memaparkan bahwa pihaknya telah merehabilitasi hutan seluas 1.537 hektar, membangun 106 bronjong penahan erosi, melakukan monitoring dan evaluasi di wilayah Salulo, Tawalian, dan Paladan, serta mengembangkan benih pohon, penanaman bambu, dan pembinaan kelompok tani hutan.

Namun, Sudarno mengakui masih terdapat kendala di lapangan, terutama rendahnya kesadaran masyarakat dalam merawat tanaman serta ketidaksesuaian bibit dengan kondisi tanah, yang menyebabkan banyak bibit gagal tumbuh.

Kegiatan Sekolah Lapang RHL ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam upaya menghijaukan kembali lahan kritis di Kabupaten Mamasa.

Berita Terkait

Mamasa Pecahkan Rekor MURI, Minum Kopi Pakai Suke Jadi Ikon Budaya
Polres Mamasa Gerebek Arena Sabung Ayam di Desa Lambanan, Aktivitas Judi Dibubarkan
Himpunan Aktivis Mamasa Dukung Penuh Pembangunan RSUD Kondosapata, Minta Semua Pihak Kawal Proyek Secara Objektif
HAM Soroti Absennya Ketua DPRD Mamasa Saat Pelantikan Sekwan, Laporan ke PAN Disiapkan
Pohon Tumbang Timpa Dua Rumah di Mamasa, Jalur Poros Sempat Lumpuh
Kades Masoso Buka Suara, Bantah Ancam Wartawan Begini Klarifikasinya
Kades Masoso Mamasa Diduga Ancam Wartawan
Rotasi Pejabat Polres Mamasa, AKP Ilyas Jabat Kabag Ops Sejumlah Jabatan Strategis Resmi Diserahterimakan
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:38 WIB

Mamasa Pecahkan Rekor MURI, Minum Kopi Pakai Suke Jadi Ikon Budaya

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:10 WIB

Polres Mamasa Gerebek Arena Sabung Ayam di Desa Lambanan, Aktivitas Judi Dibubarkan

Senin, 6 Juli 2026 - 19:33 WIB

Himpunan Aktivis Mamasa Dukung Penuh Pembangunan RSUD Kondosapata, Minta Semua Pihak Kawal Proyek Secara Objektif

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:29 WIB

HAM Soroti Absennya Ketua DPRD Mamasa Saat Pelantikan Sekwan, Laporan ke PAN Disiapkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:47 WIB

Pohon Tumbang Timpa Dua Rumah di Mamasa, Jalur Poros Sempat Lumpuh

Berita Terbaru

Hallo Polisi

Kapolres Mateng Ikuti Salat Istisqa, Lanjut Santuni Anak Yatim

Kamis, 20 Agu 2026 - 11:11 WIB