Kisah Warga Kopeang Melahirkan di Jalan, Indikasi Pentingnya Integrasi dan Sinergitas Layanan Kedokteran Kepolisian bagi Warga Marginal

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Peristiwa haru sekaligus memprihatinkan terjadi di Desa Kopeang, Sulawesi Barat. Seorang ibu bernama Ratna terpaksa melahirkan di tengah perjalanan menuju fasilitas kesehatan akibat keterbatasan akses layanan medis. Kejadian ini menjadi sorotan serius dan dinilai sebagai alarm pentingnya integrasi serta sinergitas layanan kesehatan, khususnya bagi warga marginal di wilayah terpencil.

Insiden tersebut tidak hanya menggugah empati publik, tetapi juga membuka mata berbagai pihak terhadap masih adanya celah dalam sistem pelayanan kesehatan. Keterbatasan akses, minimnya sarana transportasi darurat, serta belum optimalnya koordinasi lintas sektor disebut menjadi faktor utama yang memicu kondisi darurat itu terjadi di jalan.

Kepala Bidang Dokkes Polda Sulbar, Kombes Pol dr. Effri Susanto, menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi bersama. Ia menilai, pelayanan kesehatan tidak dapat berjalan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, tenaga medis, dan aparat keamanan.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sistem pelayanan kesehatan harus terintegrasi. Sinergi antar stakeholder mutlak diperlukan agar masyarakat, khususnya di daerah terpencil, mendapatkan penanganan cepat dan tepat,” tegas Effri. Jumat 24 April 2026.

Ia juga menyoroti pentingnya peran Kedokteran Kepolisian dalam menjangkau masyarakat yang sulit mengakses layanan medis. Fungsi Dokkes Polri, menurutnya, dapat menjadi garda pendukung melalui pelayanan kesehatan lapangan, bantuan evakuasi medis, hingga respons cepat dalam situasi darurat.

Selain itu, peningkatan kesiapsiagaan di tingkat desa dinilai krusial. Penyediaan transportasi darurat, penguatan fasilitas kesehatan dasar, serta edukasi kepada masyarakat terkait tanda-tanda persalinan berisiko menjadi langkah preventif yang harus diperkuat secara berkelanjutan.

Peristiwa yang dialami Ibu Ratna diharapkan menjadi titik balik dalam pembenahan sistem layanan kesehatan di Sulawesi Barat. Dengan integrasi yang kuat dan sinergitas lintas sektor, akses pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat bukan lagi sekadar harapan.

Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa tantangan pemerataan layanan kesehatan masih besar. Dibutuhkan komitmen bersama agar setiap warga negara, tanpa terkecuali, memperoleh hak dasar atas layanan kesehatan yang layak dan manusiawi.

Berita Terkait

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat
Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah
PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan
Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda
Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan
Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata
Bapenda Sulbar Gencarkan Pengawasan Rokok Ilegal, Pedagang Diimbau Waspada!
Lawan Penipuan Digital, Pemprov Sulbar Luncurkan Scam Ready ASEAN!
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:24 WIB

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata

Berita Terbaru