Kalaksa BPBD Sulbar Paparkan Program DESTANA Berbasis Kolaborasi pada Rapim OPD yang Dipimpin Gubernur SDK

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju – Sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana melalui inovasi Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Berbasis Kolaborasi.

Program tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin Gubernur Sulawesi Barat, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, di Lantai 3 Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Kamis (2/7/2026).

Rapim tersebut menjadi forum strategis bagi seluruh kepala perangkat daerah untuk mempresentasikan program prioritas masing-masing sekaligus menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Dalam kesempatan itu, Kalaksa BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah memaparkan inovasi DESTANA Berbasis Kolaborasi,. Program ini menitikberatkan pada penguatan kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi potensi bencana melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan.

Muhammad Yasir Fattah menjelaskan bahwa DESTANA Berbasis Kolaborasi dirancang untuk mempercepat terwujudnya desa-desa yang tangguh terhadap bencana melalui pendekatan kolaboratif, sehingga upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan darurat dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Melalui pemaparan tersebut, BPBD Sulawesi Barat menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat sistem penanggulangan bencana yang berbasis masyarakat dan kolaborasi. Diharapkan, implementasi DESTANA Berbasis Kolaborasi mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan mengurangi risiko bencana.

Berita Terkait

Gubernur Sulbar Kukuhkan Pengurus FKUB 2026–2031, Kerukunan Umat Beragama Jadi Prioritas
BPBD Sulbar Salurkan 6.000 Liter Air Bersih di Mamuju, Warga Terdampak Kekeringan Dibantu
Pastipadu Sulbar Dievaluasi! Stunting dan Kemiskinan Turun, Perkawinan Anak Justru Naik
Gubernur Sulbar Suhardi Duka Ajak Pejabat Perdalam Ilmu Agama, Buya Arrazy Hasyim Hadir Beri Tausiah
SDK Desak Bupati se-Sulbar Usulkan Desa Tanpa Listrik, Tenaga Surya Jadi Solusi!
Gubernur Sulbar Hadiri Rakor Swasembada Air Nasional, PUPR Dorong Integrasi Pengelolaan Sumber Daya Air
TB, DBD dan HIV Jadi Perhatian, DKPPKB Sulbar Gandeng DPRD Perkuat Pencegahan
Pemprov Sulbar dan Sulteng Bahas Batas Pasangkayu-Donggala, Kepastian Wilayah Dikebut
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Gubernur Sulbar Kukuhkan Pengurus FKUB 2026–2031, Kerukunan Umat Beragama Jadi Prioritas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:19 WIB

BPBD Sulbar Salurkan 6.000 Liter Air Bersih di Mamuju, Warga Terdampak Kekeringan Dibantu

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pastipadu Sulbar Dievaluasi! Stunting dan Kemiskinan Turun, Perkawinan Anak Justru Naik

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Gubernur Sulbar Suhardi Duka Ajak Pejabat Perdalam Ilmu Agama, Buya Arrazy Hasyim Hadir Beri Tausiah

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:55 WIB

SDK Desak Bupati se-Sulbar Usulkan Desa Tanpa Listrik, Tenaga Surya Jadi Solusi!

Berita Terbaru