Kalaksa BPBD Sulbar Tekankan Pentingnya Kecepatan Pengambilan Keputusan dalam Penanganan Darurat Bencana

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju – Sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, untuk terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang penanggulangan bencana, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah menjadi narasumber pada Pelatihan Dasar Manajemen Bencana yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Sulawesi Barat di Kantor KONI Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (21/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Yasir Fattah membawakan materi “Manajemen Penanganan Darurat Bencana” yang diikuti oleh peserta pelatihan dari berbagai unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Muhammad Yasir Fattah menjelaskan bahwa fase penanganan darurat merupakan tahapan yang sangat krusial dalam siklus penanggulangan bencana karena berorientasi pada penyelamatan jiwa, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta pengendalian dampak bencana agar tidak semakin meluas.

“Penanganan darurat bukan hanya tentang merespons kejadian, tetapi bagaimana seluruh sumber daya dapat dikelola secara cepat, tepat, terpadu, dan terkoordinasi. Kecepatan pengambilan keputusan serta sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menyelamatkan masyarakat,” ujar Yasir Fattah.

Ia menambahkan, keberhasilan penanganan darurat sangat bergantung pada kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, TNI/Polri, relawan, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat.

Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar penanganan darurat bencana, mekanisme penetapan status keadaan darurat, sistem komando penanganan darurat, koordinasi lintas sektor, kaji cepat, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), pelayanan pengungsian, logistik dan peralatan, pelayanan kesehatan, perlindungan kelompok rentan, komunikasi dan informasi, hingga transisi menuju pemulihan.

Kalaksa BPBD Sulbar juga mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan simulasi secara berkelanjutan sehingga mampu bertindak cepat dan profesional ketika terjadi bencana.

“Melalui pelatihan ini diharapkan lahir sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di Sulawesi Barat,” tutup Yasir Fattah.

Berita Terkait

Tak Berhenti di 250 Ton, Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polresta Mamuju Cetak Rekor Pengiriman Jagung ke Bulog
Bahu Membahu Lawan Api, Personel Polsek Mamuju dan Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Sumare
Pemprov Sulbar Bersama BPJS Perkuat Sinergi Layanan JKN melalui Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan
Gaji PPPK Sulbar Jadi 12 Bulan di 2026, Ke-13 dan Ke-14 Menyusul, Sekda Junda Maulana: Jangan Ragukan Kepedulian Pimpinan
Dojang Kantor Gubernur Sulbar Juara Umum II Manakarra Taekwondo Festival VI 2026
Humanis, Polresta Mamuju Ajak Tahanan Nobar Final Piala Dunia Lewat Layar Laptop di Depan Ruang Tahanan
Satu Pelaku dan Motornya di Amankan, Saat Polresta Mamuju Bubarkan Aksi Balap Liar di Bundaran Pasar Baru
Polresta Mamuju Siaga Penuh, Amankan Bhayangkara Presisi Fest UMKM 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:41 WIB

Kalaksa BPBD Sulbar Tekankan Pentingnya Kecepatan Pengambilan Keputusan dalam Penanganan Darurat Bencana

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:51 WIB

Tak Berhenti di 250 Ton, Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polresta Mamuju Cetak Rekor Pengiriman Jagung ke Bulog

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:01 WIB

Bahu Membahu Lawan Api, Personel Polsek Mamuju dan Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Sumare

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:18 WIB

Pemprov Sulbar Bersama BPJS Perkuat Sinergi Layanan JKN melalui Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan

Senin, 20 Juli 2026 - 23:16 WIB

Gaji PPPK Sulbar Jadi 12 Bulan di 2026, Ke-13 dan Ke-14 Menyusul, Sekda Junda Maulana: Jangan Ragukan Kepedulian Pimpinan

Berita Terbaru