MAMUJU – Provinsi Sulawesi Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor kesehatan. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi bagian dari transformasi pelayanan kesehatan primer berhasil membawa Sulbar masuk dalam 10 besar nasional berdasarkan capaian pelayanan hingga pertengahan Juli 2026.
Berdasarkan data pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis periode 1 Januari hingga 19 Juli 2026, Sulawesi Barat mencatat cakupan pelayanan sebesar 27,1 persen dari total sasaran, menjadikannya salah satu provinsi dengan kinerja terbaik di Indonesia. Tak hanya itu, tingkat partisipasi masyarakat juga terus meningkat, dengan rata-rata 31 warga memanfaatkan layanan CKG di setiap Puskesmas setiap hari.
Keberhasilan ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat Sulawesi Barat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari sinergi seluruh jajaran Dinas Kesehatan kabupaten, Puskesmas, tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta dukungan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
“Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan akses dan kualitas pelayanan Cek Kesehatan Gratis. Pemeriksaan kesehatan sejak dini adalah investasi penting dalam mencegah penyakit, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan primer,” ujar dr. Nursyamsi, Rabu (22/7/2026).
Meski telah mencatat hasil yang membanggakan, DKPPKB Sulawesi Barat tidak ingin berpuas diri. Berbagai langkah percepatan terus dilakukan melalui penguatan layanan di Puskesmas, peningkatan edukasi kepada masyarakat, hingga memperluas kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, pemerintah desa, organisasi masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar semakin banyak warga memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut.
Program Cek Kesehatan Gratis dinilai menjadi salah satu strategi utama dalam transformasi sistem kesehatan nasional karena lebih menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif melalui deteksi dini faktor risiko penyakit. Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara rutin, berbagai penyakit dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganannya menjadi lebih efektif dan peluang kesembuhan semakin besar.
Program ini juga sejalan dengan Panca Daya ke-3 Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka (SDK), yakni membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, sekaligus mendukung pelaksanaan Quick Wins Sulbar Sehat dalam mewujudkan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.”
DKPPKB Sulawesi Barat optimistis tren positif tersebut akan terus meningkat seiring penguatan kapasitas Puskesmas, perluasan jangkauan pelayanan hingga pelosok desa, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya hidup lebih sehat, tetapi juga terlindungi melalui deteksi dini yang mampu mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius.










