Mateng – Komitmen kuat untuk memerangi stunting ditunjukkan langsung oleh Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Arsal Aras, dengan langkah konkret yang patut diapresiasi. Dalam Program Bapak Asuh Anak Stunting, Bupati Arsal menyatakan kesiapannya secara pribadi menanggung kebutuhan 30 anak stunting di wilayahnya. Langkah ini bukan hanya simbolik, tetapi menjadi pemantik semangat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah.
“Saya ingin memulai dari diri sendiri. Kalau kita ingin ASN ikut bergerak, saya harus jadi teladan,” tegas Bupati Arsal.
Gerakan ini menjadi bagian dari strategi kemanusiaan yang menyentuh akar permasalahan. Bupati ingin menanamkan kesadaran kolektif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mateng, bahwa stunting bukan hanya isu gizi, melainkan ancaman serius bagi masa depan generasi. Kepedulian yang dibarengi aksi nyata diyakini menjadi kunci utama memutus rantai stunting.
Bupati juga menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni. Ia mendorong agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyusun dan menjalankan program-program yang beririsan langsung dengan upaya percepatan penurunan stunting. Harapannya, setiap langkah pemerintah daerah harus berdampak langsung pada anak-anak yang terdampak.
“Jika kita biarkan stunting terus berlangsung, artinya kita sedang membiarkan masalah jangka panjang tumbuh dan menggerogoti masa depan daerah,” ujar Bupati Arsal dengan nada serius.
Dengan pendekatan inklusif dan berbasis aksi nyata, Bupati Arsal menegaskan bahwa kepemimpinan sejati tak hanya hadir di atas kertas, melainkan ditunjukkan lewat contoh dan pengorbanan nyata. Ia berharap langkah ini menjadi gerakan bersama untuk menjadikan Mateng sebagai kabupaten bebas stunting dan ramah anak, demi menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas.
Langkah Bupati Arsal adalah bukti bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian satu orang untuk bertindak.










