MAMASA – Menjelang pilkada Mamasa 2024, harapannya masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah beberapa isu-isu yang sedang mencuat di khalayak. Terutama pada isu-isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan)
Guna hal tersebut tidak terjadi, Ketua FKUB Kab. Mamasa menggelar Dialog Lintas Agama tema menciptakan “PEMILU DAMAI, AMAN DAN BERMARTABAT TANPA POLITIK SARA”
Kegiatan tersebut menghadirkan beberapa tokoh dari perwakilan masing – masing agama dan tokoh Masyarakat di Kab. Mamasa.
Isu-isu SARA dapat memecah belah masyarakat, mengganggu stabilitas politik, dan mengancam keharmonisan bangsa,”ujar Zakaria.
Dalam keterangannya, Zakaria membagikan pesan untuk cegah isu SARA jelang pilkada di Kab. Mamasa.
Pertama saling mengingatkan kepada semua masyarakat bahwa kita adalah satu bangsa, dengan berbagai suku, agama, ras, dan latar belakang yang beragam. Persatuan dalam keragaman adalah kekuatan kita.
Kedua, hormati hak asasi manusia. Jaminan hak asasi manusia harus ditegakkan untuk semua warga, tanpa pandang bulu. Semua orang memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam Pemilu dan memiliki pendapat politik mereka.
Ketiga, tidak ada tempat untuk diskriminasi. Isu-isu SARA harus dihindari sepenuhnya dalam perdebatan politik. Jangan biarkan perbedaan dalam suku, agama, ras, atau latar belakang menghalangi kita untuk mencapai kesepakatan yang baik.
Keempat ajak diskusi yang sehat. Diskusikan perbedaan pandangan dengan sopan dan beradab. Hargai pendapat orang lain, dan berfokus pada argumen-argumen fakta dan kebijakan.
Kelima laporkan pelanggaran. Jika melihat atau mendengar insiden yang melibatkan isu-isu SARA atau pelanggaran hukum terkait Pemilu, laporkan kepada pihak berwenang. Pungkas Zakaria.










