Dialog Dengan Tokoh Masyarakat, Pemkab Wajo Sampaikan Solusi Penanganan Banjir di Pasar Sentral

- Jurnalis

Kamis, 16 September 2021 - 01:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAJO- Sikap yang patut diapresiasi ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo dalam mencari solusi terbaik penanganan banjir, khususnya di sekitar Pasar Sentral, Sengkang.

Tak alergi dengan masukan dan kritikan yang positif, Pemkab Wajo di bawah kepemimpinan Dr Amran Mahmud, secara khusus menggelar rapat dan dialog dengan melibatkan sejumlah tokoh masyarakat yang berada di kompleks pertokoan pasar terbesar di Wajo itu, Rabu (19/9/21) malam.

Bertempat di ruang pola, Bupati Wajo Amran Mahmud hadir langsung memberi pengarahan, sekaligus mendengar berbagai masukan. Orang nomor 1 di kabupaten yang memiliki 14 kecamatan ini, didampingi sejumlah kepala OPD, Camat Tempe dan Lurah se-Kecamatan Tempe.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Wajo, Andi Muh. Baso Iqbal menyampaikan, permasalahan banjir di Pasar Sentral, salah satu penyebabnya  karena drainase  sudah tidak mencukupi untuk menampung air hujan. Ditambah perlintasan air yang terhambat oleh jalanan dan banyaknya sampah, serta material didrainase. Akibatnya aliran air terhambat.

“Selain itu, terhambatnya aliran air di drainase karena diakibatkan oleh lapisan beton duker ke rumah  warga dan sulit dilakukan pembersihan di drainase karena tumpukan lapisan beton duiker dibeberapa rumah warga,” papar Andi Muh Baso Iqbal

Bahkan, lanjutnya, adanya pembangunan d atas drainase ikut mengakibatkan tersumbatnya aliran air dan sulit untuk dibersihkan. Menurutnya, salah satu upaya untuk penanganan jangka pendek dilakukan pembongkaran beton jalan masuk rumah atau ruko warga dan dilakukan pembersihan drainase. “Kalau pemilik membangun kembali agar sesuai dengan spesifikasi yang ada sehingga mudah dibersihkan ketika tersumbat,” tegasnya.

Untuk duiker jembatan ruko yang tidak tersumbat, kata Andi Muh. Baso Iqbal, dibuatkan lubang agar petugas dapat masuk untuk mebersihkan drainase tersebut.

Sementara Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Wajo, Andi Aso Ashari  mengungkapkan, penyebab banjir kawasan Pasar Sentral,  karena adanya luapan air dari Jalan Dahlia yang tebagi ke Jalan Veteran, Jl. Nusa Indah, Jl. Sumatera, Jl. Kalimantan, Jl Sulawesi, Jl. Jawa, Jl. A. Magga Amirullah dan Jl. RA Kartini, dimana terkumpul di seputaran pasar sebelum terbuang ke sungai.

Upaya untuk penaganan awal, kata dia, adalah pembersihan dan penggalian drainase. Selain itu penanaman pohon di areal terbuka. Untuk penaganan jangka menegah, yakni pengadaan sumur resapan di areal perumahan dan rehabilitasi/pembangunan duekker dan drainase kota.

Bupati Wajo Amran Mahmud mengatakan, daerah ini merupakan daerah rendah sehingga harus ada antisipasi dan ada solusi besar untuk penanganan banjir. Karena itu perencanaannya harus matang.

“Saya sudah meminta untuk dilakukan pengkajian, apakah bisa untuk buat kanal besar atau ada solusi yang bisa kita lakukan dalam penanangan banjir di Pasar Sentral,” tuturnya.

Amran mengungkapkan, dalam penanganan banjir akan dilakukan langkah strategis, baik untuk jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

“Ada langkah jangka pendek seperti yang disampaikan Kadis DLHD dengan melakukan pembongkaran beton jalan masuk ruko/rumah dan pembersihan drainase. Dimana kami yang memperbaiki drainasenya, sementara pemilik kembali membangun jalan beton masuk dengan spesifikasi yang ada,” pungkasnya.

Amran mengharapkan dukungan dan kolaborasi dengan masyarakat, banjir khususnya di kompleks atau seputaran Pasar Sentral pasar bisa diantisipasi dan tertangani dengan baik.

Berdasarkan pantauan, beberapa tokoh masyarakat juga menyampaikan masukannya kepada pemerintah. Termasuk sebagian mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencarikan solusi terbaik.(*)

Berita Terkait

Putusan Mahkamah Partai Belum Final, Rudi Tempuh Gugatan ke PN Jakarta Pusat
Polsek Kalumpang dan BKO Polresta Mamuju Sigap Tangani Perkelahian Antar Desa, Hasil Mediasi Sepakat Damai
Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat
Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta
Pastikan Karhutla Tidak Meluas, Tim Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli di Bukit Lambagu
Antisipasi Kebakaran Susulan, Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli ke Lokasi Karhutla
Jemput Ribuan Butir Ekstasi di Polman, Warga Sidrap Diciduk Tim Gabungan BNN Sulbar dan BNNK Polman
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:55 WIB

Putusan Mahkamah Partai Belum Final, Rudi Tempuh Gugatan ke PN Jakarta Pusat

Senin, 8 Juni 2026 - 13:42 WIB

Polsek Kalumpang dan BKO Polresta Mamuju Sigap Tangani Perkelahian Antar Desa, Hasil Mediasi Sepakat Damai

Senin, 1 Juni 2026 - 13:31 WIB

Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57 WIB

Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:48 WIB

Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta

Berita Terbaru