Mamuju – Sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana melalui inovasi Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Berbasis Kolaborasi.
Program tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin Gubernur Sulawesi Barat, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, di Lantai 3 Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Kamis (2/7/2026).
Rapim tersebut menjadi forum strategis bagi seluruh kepala perangkat daerah untuk mempresentasikan program prioritas masing-masing sekaligus menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Dalam kesempatan itu, Kalaksa BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah memaparkan inovasi DESTANA Berbasis Kolaborasi,. Program ini menitikberatkan pada penguatan kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi potensi bencana melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan.
Muhammad Yasir Fattah menjelaskan bahwa DESTANA Berbasis Kolaborasi dirancang untuk mempercepat terwujudnya desa-desa yang tangguh terhadap bencana melalui pendekatan kolaboratif, sehingga upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan darurat dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
Melalui pemaparan tersebut, BPBD Sulawesi Barat menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat sistem penanggulangan bencana yang berbasis masyarakat dan kolaborasi. Diharapkan, implementasi DESTANA Berbasis Kolaborasi mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan mengurangi risiko bencana.










