Kemenkum Sulbar Hadiri FGD Uji Publik RUU Tentang Penyesuaian Pidana

- Jurnalis

Jumat, 26 September 2025 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju, 26 September 2025 – Kanwil Kemenkum Sulbar menghadiri FGD Uji Publik RUU tentang Penyesuaian Pidana yang dilaksanakan secara virtual.

Pelaksanaan kegiatan itu dihadiri oleh Kadiv P3H, John Batara Manikallo, mewakili Kakanwil Kemenkum Sulbar, Sunu Tedy Maranto, Koordinator Perancang Per UU bersama sejumlah jajaran.

Selain Wakil Menteri Hukum, Prof. Dr. Edward Omar Sharuf Hiariej, sejumlah tokoh Akademisi juga menjadi narasumber di kegiatan yang sama itu, diantaranya Guru Besar Hukum Pidana FH UGM Prof. Dr. Marcus Priyo Gunarto, Dosen Hukum Pidana FH UGM Sri Wiyanti Eddyono,

Pelaksanaan uji publiki ini bertujuan untuk menghimpun masukan terkait RUU Penyesuaian Pidana sebagai tindak lanjut Pasal 613 KUHP (UU No. 1 Tahun 2023) yang memerintahkan adanya UU khusus sebelum KUHP berlaku penuh pada 2026.

Penyesuaian substansi dalam RUU tersebut meliputi:
– Penyesuaian pidana dalam UU di luar KUHP
– Penyesuaian pidana dalam Peraturan Daerah (Perda)
– Penyesuaian dan koreksi langsung dalam KUHP Baru

Dalam pelaksanaan kegiatan itu, juga dibahas sejumlah hal diantaranya Pasal 100–101 KUHP Baru tentang pidana mati bersyarat. Kelompok abolisionis berpendapat negara tidak berhak mengambil nyawa, sedangkan Kelompok retensionis berpendapat pidana mati masih diperlukan untuk kejahatan luar biasa (korupsi, narkotika, terorisme, pelanggaran HAM berat).

Sebagai jalan tengah, sebagian akademisi dan ahli hukum mendukung model Indonesian Way yaitu pidana mati tetap ada, tetapi dengan masa percobaan 10 tahun sebelum eksekusi. Draf RUU perlu mempertegas kedudukan pidana mati bersyarat agar tidak menimbulkan tafsir berbeda.

Selain itu, dalam kegiatan itu disebutkan bahwa KUHP baru menghapus pidana kurungan, sedangkan banyak Perda masih mencantumkannya. Pidana kurungan di Perda diusulkan diganti pidana denda administratif. Denda administratif memungkinkan hasil masuk ke kas daerah. Praktik di lapangan, eksekusi kurungan Perda sangat jarang dilakukan, sehingga sanksi denda lebih realistis. Sehingga, perlu aturan tegas bahwa Perda hanya boleh mencantumkan denda administratif, bukan pidana kurungan. Serta perlu penguatan mekanisme pemungutan denda langsung oleh pemda (misalnya via perwali/perbup).

RUU lebih banyak berorientasi pada pelaku (hapus minimum khusus, pidana lebih ringan). Korban belum mendapat ruang dalam tujuan pemidanaan. Sehingga Akademisi mengusulkan agar perlindungan korban dimasukkan sebagai tujuan pemidanaan. Perlunya kejelasan pengaturan restitusi, kompensasi, dan ganti rugi agar tidak tumpang tindih antar peraturan.

Berita Terkait

Berantas Geng Motor dan Kejahatan Jalanan Maut, Satreskrim Polres Polman Tetapkan 3 Tersangka
Edukasi Hukum Sejak Dini, Ditbinmas dan Bidkum Polda Sulbar Bedah KUHP-KUHAP di SMAN 2 Mamuju
URC Polresta Mamuju Amankan Terduga Pelaku Pencurian Outdoor AC di Kantor Pengadilan Agama
URC Passaka Polres Majene Tangkap Terduga Pelaku Pencurian, Diduga Beraksi di 6 TKP
Awal Dua Pria Diciduk di Sendana, Satuan Res Narkoba Polres Majene Kembangkan Kasus Hingga Temukan 24 Sachet Sabu
Operasi Antik Marano 2026, Polresta Mamuju Bongkar Dua Kasus Sabu, Tiga Tersangka Diamankan
URC Polres Pasangkayu Amankan Dua Terduga Pelaku Penganiayaan
Sempat Kabur hingga Kalimantan, DPO Pengeroyokan Tapalang Akhirnya Datangi Polisi Serahkan Diri
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:32 WIB

Berantas Geng Motor dan Kejahatan Jalanan Maut, Satreskrim Polres Polman Tetapkan 3 Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Edukasi Hukum Sejak Dini, Ditbinmas dan Bidkum Polda Sulbar Bedah KUHP-KUHAP di SMAN 2 Mamuju

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:41 WIB

URC Polresta Mamuju Amankan Terduga Pelaku Pencurian Outdoor AC di Kantor Pengadilan Agama

Jumat, 25 September 2026 - 12:57 WIB

URC Passaka Polres Majene Tangkap Terduga Pelaku Pencurian, Diduga Beraksi di 6 TKP

Jumat, 25 September 2026 - 12:15 WIB

Awal Dua Pria Diciduk di Sendana, Satuan Res Narkoba Polres Majene Kembangkan Kasus Hingga Temukan 24 Sachet Sabu

Berita Terbaru