MAMUJU – Kabar baik bagi lulusan SMA/SMK yang bercita-cita menjadi tenaga kesehatan profesional. Biddokkes Polda Sulawesi Barat bersama Poltekkes Kemenkes Mamuju resmi membuka penerimaan mahasiswa baru Program Studi D-III Keperawatan Kelas Khusus RS Bhayangkara Mamuju Tahun Akademik 2026. Program ini menjadi terobosan pendidikan yang memadukan kompetensi keperawatan klinis dengan ilmu keperawatan forensik dan kedokteran kepolisian.
Kolaborasi strategis antara Biddokkes Polda Sulbar dan Poltekkes Kemenkes Mamuju tersebut dirancang untuk mencetak sumber daya manusia yang memiliki kemampuan lebih dibandingkan lulusan keperawatan pada umumnya. Mahasiswa tidak hanya dibekali keterampilan memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan praktik mengenai penanganan korban tindak pidana, aspek medikolegal, hingga dasar-dasar pemeriksaan forensik yang dibutuhkan dalam mendukung proses penegakan hukum.
Kabid Dokkes Polda Sulbar, Kombes Pol dr. Effri Susanto, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja sekaligus menjawab tantangan pelayanan kesehatan modern.
“Kami ingin melahirkan tenaga kesehatan yang lengkap kemampuannya. Bukan hanya cakap merawat pasien secara medis, tetapi juga memahami prosedur hukum, penanganan korban tindak pidana, hingga pemeriksaan forensik dasar yang sangat dibutuhkan dalam sistem penegakan hukum saat ini,” ujarnya.
Program D-III Keperawatan Kelas Khusus RS Bhayangkara Mamuju menjadi satu-satunya di Sulawesi Barat yang menerapkan kurikulum terpadu dengan tiga kompetensi utama, yakni keperawatan klinis, kedokteran kepolisian, dan keperawatan forensik. Dengan bekal tersebut, lulusan diproyeksikan memiliki daya saing tinggi untuk berkarier di lingkungan Polri, Rumah Sakit Bhayangkara, rumah sakit pemerintah maupun swasta, puskesmas, hingga berbagai lembaga yang bergerak di bidang pelayanan medikolegal.
Keunggulan lain dari program ini adalah mahasiswa akan memperoleh pengalaman praktik langsung di RS Bhayangkara Mamuju dan lingkungan kerja kepolisian sejak dini. Kurikulum disusun secara khusus dengan penguatan materi keperawatan forensik, didukung tenaga pengajar dari Poltekkes Kemenkes Mamuju, dokter dan tenaga medis RS Bhayangkara, serta praktisi kepolisian yang berpengalaman.
Selain itu, mahasiswa juga akan menikmati fasilitas pembelajaran yang lengkap, mulai dari ruang kuliah modern, laboratorium keterampilan, hingga akses praktik klinik di RS Bhayangkara. Kesempatan memperoleh beasiswa maupun mengikuti jalur ikatan dinas juga terbuka bagi peserta yang memenuhi persyaratan, sehingga memberikan peluang karier yang lebih luas setelah menyelesaikan pendidikan.
Pendaftaran resmi telah dibuka dan akan berlangsung hingga 17 Juli 2026. Panitia mengajak seluruh putra-putri terbaik bangsa yang memiliki minat di bidang kesehatan dan pelayanan forensik untuk segera memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mendaftarkan diri melalui laman resmi Poltekkes Kemenkes Mamuju.
Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan, tahapan seleksi, maupun proses pendaftaran dapat diperoleh melalui situs resmi Poltekkes Kemenkes Mamuju, akun media sosial resmi, maupun layanan WhatsApp panitia pada jam kerja.
Melalui kolaborasi ini, Biddokkes Polda Sulbar dan Poltekkes Kemenkes Mamuju berharap lahir generasi baru tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pelayanan kesehatan sekaligus mendukung penegakan hukum di Indonesia.
Humas Polda Sulbar










