POLMAN — Sorotan dan Penolakan terus di suarakan terkait keinginan Pemkab Polman untuk mengadakan kendaraan Dinas Bupati jenis mercy seharga Rp.2,5 Miliar.
Nasdem sendiri, melalui Sekertaris DPWnya Abdul Rahim secara tegas menyatakan, bahwa fraksi partai Nasdem DPRD Polman atas nama ketua DPW secara tegas menolak dan akan segera menyampaikan surat secara resmi melalui fraksi Partai Nasdem di DPRD Polman.
“Fraksi NasDem DPRD Polman, atas arahan Ketua DPW, setelah mengkaji berbagai aspek, terutama rasa keadilan bagi masyarakat yang sedang berjuang bertahan hidup di tengah Pandemik Covid19, kita menyatakan harus ditinjau kembali, dan sampai akhirnya, Fraksi NasDem menyatakan MENOLAK.Segera DPW sampaikan Surat Resmi penolakan,” Tegas Rahim di cuitannya lewat akun Fecebook, Kamis 19 Agustus 2021.

Ditempat Berbeda, Salah seorang Tokoh Pemuda Kabupaten Polman Hervhoel, menyayangkan Keinginan Pemerintah Kabupaten Polman untuk menganggarkan fasilitas kendaraan dinas baru. Mobil kendaraan dinas (Randis) ini jenis Mercedes Benz (Mercy) tipe GLS-Class tahun 2021 yang nilainya sekitar Rp2,5 miliar.
“Dalam kondisi masyarakat yang semakin terjepit karena covid, dengan entengnya Bupati Polman membeli mobil untuk Kendaraan dinas bupati dengan harga fantastik 2,5 miliar,” Kata Hervhoel.
“Bahkan jika ada rilis terbaru akan menempatkan nama BUPATI POLMAN sebagai bupati dengan peringkat pertama yang memiliki kendaraan dinas termahal,”Sambungnya.

Lanjut kata, Pemuda satu ini, lebih mirisnya lagi mobil dengan teknologi canggih ini hanya ingin digunakan jika keluar kota termasuk ke Makassar dan mamuju. Terus untuk ke daerah pelosok yang ada di kabupaten Polman mau pake apa.
“Kenapa bukan pengadaan motor saja, kalau mobil mercy tidak bisa di pakai akses di wilayah Polman,”Ujarnya.
Ia menambahkan, Di awal pemerintaha yang ada mempertontonkan dirimu sebagai bupati yang katanya sederhana dengan menggunkan avansa, ternyata itu hanya cara berkamuflase untuk mencari simpati.
“Sekarang ditengah covid kamu mempertontontan kemewahan sebagai seorang pejabat ditengah kesakitan yang mendera wargamu. Entah apa yang merasukimu,”Tulis Hervhoel.










