Musrenbang 2027 Sulbar: Suhardi Duka Soroti Krisis Fiskal dan Usul Relaksasi Anggaran

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Sulbar Tahun 2027 menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah sekaligus menyerap aspirasi para pemangku kepentingan.

Hal tersebut disampaikan Suhardi Duka usai menghadiri Musrenbang RKPD 2027, Jumat (10/4/2026). Ia menekankan pentingnya sinkronisasi arah pembangunan di tengah dinamika kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

“Musrenbang ini kita mengakselerasi kebijakan nasional dan provinsi, sekaligus mendengarkan pandangan para bupati serta DPRD melalui pokok-pokok pikiran hasil reses,” ujar Suhardi.

Menurutnya, forum Musrenbang menghasilkan banyak masukan dari berbagai pihak. Namun, tantangan terbesar terletak pada kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola usulan tersebut di tengah keterbatasan fiskal.

“Inputnya sangat besar, tapi kapasitas fiskal kita terbatas. Ini menjadi seni tersendiri dalam mengelola anggaran agar tetap tepat sasaran,” jelasnya.

Dalam upaya menjaga stabilitas keuangan daerah, Pemprov Sulbar kini menerapkan kebijakan efisiensi anggaran secara ketat. Sejumlah belanja nonprioritas mulai dipangkas, termasuk konsumsi rapat dan perjalanan dinas.

“Sekarang sudah tidak ada lagi makan minum di ruang gubernur, dan perjalanan dinas juga dikurangi,” ungkapnya.

Meski begitu, Suhardi menegaskan bahwa beberapa sektor vital tidak bisa disentuh oleh kebijakan efisiensi, seperti subsidi layanan kesehatan melalui BPJS dan belanja pegawai.

“Kalau subsidi BPJS dihapus, dampaknya besar bagi pelayanan rumah sakit. Sementara masyarakat menuntut layanan cepat, di sisi lain tenaga medis juga terbatas,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan kondisi keuangan daerah yang semakin tertekan. Rata-rata belanja pegawai di kabupaten se-Sulbar telah mencapai 40 persen, sedangkan di tingkat provinsi berada di angka 38 persen. Bahkan, Pemprov Sulbar harus melakukan penyesuaian anggaran hingga Rp220 miliar.

“Saya harus mengurangi Rp220 miliar. Bahkan jika seluruh P3K diberhentikan pun masih belum cukup,” tegasnya.

Melihat kondisi tersebut, Suhardi Duka mendorong adanya relaksasi aturan pengelolaan keuangan daerah, khususnya terkait batas maksimal belanja pegawai sebagaimana diatur dalam Pasal 146.

“Kami mengusulkan relaksasi. Jika tidak ada kebijakan dari pusat, ini bisa menjadi bencana fiskal bagi daerah, bahkan berpotensi menyebabkan shutdown,” katanya.

Usulan tersebut, lanjutnya, telah menjadi kesepakatan dalam Forum Bupati se-Sulbar yang merumuskan tiga langkah strategis guna meredam tekanan fiskal daerah. Ia pun mengaku telah menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat, termasuk Direktorat Jenderal Keuangan Daerah, untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan.

“Sudah ada perhatian dari pusat. Saya juga sudah menyampaikan data-data melalui komunikasi langsung,” pungkasnya.

Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini, diharapkan lahir perencanaan pembangunan yang lebih realistis, terukur, dan tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Berita Terkait

BPBD Sulbar Latih Siswa SMAN 1 Mamuju Hadapi Bencana
Diskominfo Sulbar Luncurkan Live Streaming, Warga Bisa Langsung Sampaikan Aspirasi
Junda Maulana Tegur Keras ASN Sulbar: Disiplin Harus Dimulai dari Pimpinan
Kemiskinan 10,18 Persen, Sekda Sulbar Minta ASN Bergerak Cepat
Junda Maulana Buka MPLS Sekolah Rakyat Sulbar, 450 Siswa Mulai Belajar
Kuliner Mandar Curi Perhatian Wisatawan Asing di Jakarta
DPRD Pasangkayu Belajar Tata Kelola Aspirasi ke DPRD Sulbar
Gubernur Sulbar Tetapkan WFH ASN Setiap Jumat
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 18:47 WIB

BPBD Sulbar Latih Siswa SMAN 1 Mamuju Hadapi Bencana

Senin, 7 September 2026 - 18:44 WIB

Diskominfo Sulbar Luncurkan Live Streaming, Warga Bisa Langsung Sampaikan Aspirasi

Senin, 7 September 2026 - 14:15 WIB

Junda Maulana Tegur Keras ASN Sulbar: Disiplin Harus Dimulai dari Pimpinan

Senin, 7 September 2026 - 14:14 WIB

Kemiskinan 10,18 Persen, Sekda Sulbar Minta ASN Bergerak Cepat

Senin, 7 September 2026 - 14:09 WIB

Junda Maulana Buka MPLS Sekolah Rakyat Sulbar, 450 Siswa Mulai Belajar

Berita Terbaru

Mamuju Tengah

Truk Tangki Hantam Fuso di Karossa, Polantas: Utamakan Keselamatan

Selasa, 8 Sep 2026 - 10:03 WIB