Program Tanam Bibit Murbei Di Wajo Tuai Sorotan Tajam, Dinilai Bakal Jadi Program Gagal Dan Pemborosan Anggaran

- Jurnalis

Minggu, 9 Mei 2021 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sengkang – Anggaran pengadaan untuk bantuan bibit murbei yang diperuntukkan untuk Pemkab Wajo melalui bantuan Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel menuai pertanyaan,  baik itu dari segi mutu dan kwalitas bibit tersebut yang untuk tahun 2020 lalu dalam DPA untuk nilai untuk tahap 1 di DPA itu senilai rp 600 juta menuai sorotan keras dari beberapa lembaga swadaya masyarakat  dan aktivis pemerhati lingkungan Kabupaten Wajo.

Pasalnya program tersebut hanya bakal jadi wacana saja dan hanya terkesan indikasi pemborosan anggaran semata, betapa tidak bibit murbei yang ditanam tersebut dibeberapa titik lokasi di Wajo sebagai salah salah satu program untuk mengembalikan kejayaan sutera itu bakal terancam gagal dan menjadi layu dan mati.

Bang Ucok aktivis dari lembaga pemerhati lingkungan dan lembaga Jaringan pendamping kebijakan pemerintah (JPKP) Kabupten Wajo dan Andi Syamsu Alam dari LSM Kibar Indonesia mengungkapkan hal tersebut dan mengatakan kalau program tanam bibit murbei ini terancam gagal, pasalnya dari hasil pantauan dan monitoring lansung dilokasi titik tanam di Wajo itu ditemukan hanya layu dan mati.

“Beberapa titik lokasi yang kami pantau dan datangi untuk melihat langsung program tersebut hanya ditemukan tanaman yang layu dan mati dan ini sangat patut untuk dipertanyakan dan hanya kesan pemborosan anggaran saja”.Ungkap Bang Ucok dan Andi Syamsu Alam ke Dua lembaga aktivis Wajo tersebut ke awak media ini disalah satu tempat Warkop kota Sengkang.

Sehubungan dengan Proyek pengadaan bibit Murbei di beberapa Daerah termasuk Kabupaten Wajo dan beberoa titik antaranya di Desa Wajoriaja Kecamatan Tanasitolo dan Desa Bottopenno Kecamatan Majauleng

Desa Rumpia juga daerah Pasaka Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo, disinyalir Spesifikasi bibit tidak memenuhi syarat dan banyak yang mati, karena tidak memiliki study kelayakan soal musim tanam salah satunya di Desa Wajo Riaja yang kami jumpai lansung lokasinya. Dan setelah dilakukan konfirmasi beberapa perusahan peserta lelang indikasi diragukan Proses tendernya di Makassar yang dilakukan ULP tidak transparan dan akuntabel

Pemenang Lelang Pelaksana Kegitannya CV.MASSALANGKA (Inisial PT.M) kuat diindikasi/dugaan hanya perusahaan yang dipakai oleh salah satu kerabat keluarga pejabat.Lanjutnya

Untuk itu kami berharap kepada pihak penegak hukum baik Kepolisian atau Kejaksaan untuk turun melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait hal tersebut diatas dan hanya kesan indikasi pemborosan anggaran dan merugikan uang negara saja.

“Apa betul pengadaan bibit itu sudah sesuai dengan petunjuk teknis karena menggunakan anggaran negara tidak sedikit.Ini perlu diperjelas dan diawasi bersama karena anggaran ini bukan sedikit dan menggunakan uang negara, kami mempertanyakan bibit murbei yang ditanam melalui KPH Walanae yang sudah didistribusikan ke Desa Bottopenno Kecamatan Majauleng dan Desa Pasaka Kecamatan Sabbangparu dan Wajo Riaja Kec Tanasitolo Wajo”.Tambahnya

Seperti diketahui kalau pengadaan bibit murbei sebanyak 1 juta bibit, untuk tahap pertama ada 300.000 bibit yang dibagikan ke Desa Bonto Penno Kecamatan Majauleng, 220.000 bibit, dan di Desa Pasaka 80.000 bibit untuk tahun anggaran tahun 2020 lalu.

Dinas Kehutanan Sulsel memprogramkan Sejuta Murbei, dan 300 ribu sekarang tersedia dan siap tanam. Kemudian 700 ribu akan menyusul di anggaran perubahan. Dan Dinas Perindustrian Sulsel memprogramkan rumah produksi berupa pengadaan mesin pemintal yang siap pada Januari 2021. Total anggaran yang disiapkan senilai Rp1,5 miliar

Sedangkan H.Kurnia salah satu pemerhati persuteraan Wajo mengatakan sebelumnya diduga pernah terjadi pembatalan pelelangan, yang mengherankan kenapa tiba.Ucapnya ringkas yang pernah mewakili Indonesia ke Thailand mempelajari tentang Persutraan mulai sektor hulu sampai usaha sektor hilir tahun lalu.

Sementara Kades Wajo Riaja, Ambo Dai juga tak menampik hal tersebut dan mengatakan kalau bibit tanaman murbei yang merupakan program untuk persuteraan di desanya memang banyak yang mati dan layu.

Sementara Junan, Kepala UPTD Bone, Soppeng dan Wajo Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel yang dihubungi terpisah terkait hal tersebut diatas hingga saat ini belum ada jawaban atau respon tanggapan komentar dan begitupun juga dengan pesan yang dikirimkan melalui pesan Whatsappnya.

Berita Terkait

Polsek Kalumpang dan BKO Polresta Mamuju Sigap Tangani Perkelahian Antar Desa, Hasil Mediasi Sepakat Damai
Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat
Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta
Pastikan Karhutla Tidak Meluas, Tim Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli di Bukit Lambagu
Antisipasi Kebakaran Susulan, Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli ke Lokasi Karhutla
Jemput Ribuan Butir Ekstasi di Polman, Warga Sidrap Diciduk Tim Gabungan BNN Sulbar dan BNNK Polman
Kasat Binmas Bersama Bhabinkamtibmas Salurkan Paket Daging Kurban Secara Door to Door
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 13:31 WIB

Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57 WIB

Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:48 WIB

Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:03 WIB

Pastikan Karhutla Tidak Meluas, Tim Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli di Bukit Lambagu

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:43 WIB

Antisipasi Kebakaran Susulan, Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli ke Lokasi Karhutla

Berita Terbaru

Hallo Polisi

Divisi Hukum Polri Asistensi Sisdivkum dan JDIH di Polresta Mamuju

Senin, 8 Jun 2026 - 15:45 WIB