Proyek Jembatan Senilai Rp. 7 Miliar di Pasangkayu di Sorot Warga

Pasangkayu — Proyek pembangunan jembatan dengan pagu anggaran Rp 7.833.112.000 dikeluhkan warga Dusun Silaja, Desa Sarasa, Kecamatan Dapurang, Kabupaten Pasangkayu, dikarenakan jembatan alternatif dari batang kelapa sangat rendah.

Jembatan darurat tersebut, ketika air pasang dan hujan turun, warga Dusun Silaja kesulitan untuk melewati (jembatan-red) kelapa, apalagi untuk mengangkut buah kelapa sawit menggunakan kendaraan roda 2 (R2) dan R4.

Warga Silaja, Hamal mengatakan, jembatan darurat yang terbuat dari batang kelapa itu sangat rendah dari jalan, ketika air pasang dan hujan turun maka (jembatan-red) tidak kelihatan lagi, serta aktifitas kami terganggu.

“Kami warga Dusun Silaja sangat kesulitan untuk melintasi jembatan darurat yang dibuat oleh pihak kontraktor yaitu PT Bintang Tholaling,”ucapnya minggu 17/10/2021.

Hamal juga sampaikan, kiranya pihak PT Bintang Tholaling dapat meningkatkan jembatan daruratnya, jangan terlalu rendah seperti yang ada sekarang, sehingga kami dapat lewat dengan aman.

Ketika jembatan daruratnya sudah tinggi, pastinya kami sebagai petani dapat mengangkut buah sawit keluar dengan menggunakan R2 atau R4 dan anak sekolahpun merasa aman untuk melewati (jembatan-red) tersebut.

“Tidak ada jalan lain kecuali melewati jembatan darurat yang telah dibuat pihak kontraktor dan berharap agar (jembatan-red) cepat selesai tahun 2021,”ucapnya.

Jurnalis| Roy Mustari