MAMASA – Kepolisian Sektor (Polsek) Mamasa memperkuat pengamanan lalu lintas pada jam pulang sekolah melalui kegiatan Strong Point di sejumlah titik yang dinilai rawan kemacetan dan kecelakaan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar sekaligus memberikan rasa aman bagi para pelajar dan pengguna jalan.
Pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 12.40 WITA, personel Piket Regu 4 Polsek Mamasa ditempatkan di dua lokasi strategis, yakni pertigaan depan SMPN 1 Mamasa dan area depan Mapolsek Mamasa.
Personel melaksanakan pengaturan lalu lintas atau Gatur Lalin, terutama saat kendaraan dan pelajar mulai meninggalkan kawasan sekolah. Bersamaan dengan itu, petugas juga memberikan imbauan Kamtibcarlantas kepada pelajar maupun pengendara agar senantiasa mengutamakan keselamatan selama berada di jalan raya.
Salah satu imbauan yang terus ditekankan adalah penggunaan helm berstandar SNI, khususnya bagi pengendara sepeda motor. Edukasi tersebut disampaikan secara humanis dan persuasif sebagai upaya membangun kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia sekolah.
Kapolsek Mamasa, IPTU Bongalangi’, mengatakan kehadiran personel di titik-titik rawan pada jam pulang sekolah merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi kemacetan sekaligus menekan potensi kecelakaan.
“Kami menempatkan personel di titik kritis untuk mencegah tumpukan kendaraan dan meminimalisir risiko kecelakaan yang melibatkan pelajar. Edukasi penggunaan helm kami sampaikan secara persuasif agar menjadi kebiasaan baik sejak dini,” ujarnya.
Pelaksanaan Strong Point tersebut berjalan efektif. Arus lalu lintas di kedua lokasi terpantau lancar dan tertib tanpa terjadi kemacetan berkepanjangan. Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan adanya kecelakaan lalu lintas maupun gangguan keamanan yang menonjol.
Polsek Mamasa menegaskan kegiatan pengaturan lalu lintas pada jam sibuk akan terus dilakukan sebagai bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Selain menjaga kelancaran arus kendaraan, langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman serta mendorong terbentuknya budaya disiplin dan tertib berlalu lintas di kalangan pelajar.
Dengan kehadiran polisi secara langsung di lapangan, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama, terutama dalam melindungi generasi muda dari risiko kecelakaan di jalan raya.










