Saat Ipda Eka Pryanata Memasang Pangkat Baru di Kuburan Sang Istri

- Jurnalis

Selasa, 10 September 2019 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INSPIRASI– Rasanya seperti sebuah mimpi, pikiran mengambang bagai kaki yang tak menapak di atas tanah dan kepala sudah di awang-awang.

Dari jutaan perempuan, Ipda Eka Pryanata memilih untuk menikahi sang istri, Ni Made Dwi Chandra Maharjani. Dan dari jutaan istri yang ada di dunia ini, Tuhan memilih untuk mengambil istrinya lebih cepat…

Laki-laki asal Gianyar yang akrab disapa Eka ini menikah dengan sang istri pada tahun 2012, dan Tuhan harus memisahkan mereka pada tahun 2016. Waktu yang singkat memang.

Eka harus membuka lembaran baru di hidupnya, menjadi ayah sekaligus ibu bagi ketiga anaknya yang masih kecil. Setelah ditinggal sang istri, ia mulai mengikuti pendidikan untuk meningkatkan kariernya demi masa depan yang cerah untuk ketiga buah hatinya.

Kesetiaan suami memang biasanya diuji dititik seperti ini, entah istri masih ada atau tiada. Tapi, Eka memilih untuk setia kepada istrinya walaupun istrinya sudah tiada.

Ia tetap memilih mendiang istrinya sebagai simbolis untuk memasang lencana dan pangkat baru di seragamnya. Ia memilih untuk mengesahkan momen pemasangan lencana di pusara istrinya..

“Saat upacara pelantikan di Setukpa Polri, Sukabumi, Jawa Barat pada hari Selasa, (2/10/2018) lalu, istri diwajibkan hadir karena ada tradisi penyematan tanda pangkat dan lencana yang baru. Waktu itu tidak ada yang menyematkan pangkat saya. Begitu sampai di Bali, saya langsung datang ke tempat pemakaman istri dan melakukan prosesi itu dan sekaligus memanjatkan doa,” kata Ipda Eka Prayanata dengan mata berkaca-kaca.

Jadi, untuk pasangan di luar sana yang masih diberikan kesempatan untuk bersama. Hargai setiap detik momen kalian, baik itu dengan orang tua, suami, istri, anak ataupun saudara.

Umur tidak ada yang tahu, bisa saja orang yang disebelah kalian sekarang adalah waktu terakhirnya bersama kalian. Hargai dan nikmati setiap momen bersama orang yang kalian sayang dan cintai, karena pada saat mereka sudah tiada, maka hanya kenangan yang tersisa.

Editor: Udin

Berita Terkait

Refleksi HANI 2026: Dari Perang Candu Menuju Bumi Tipalayo Bebas Narkoba
Refleksi 10 Tahun Kepolisian Daerah Sulawesi Barat di Hari Bhayangkara ke-80 Tahun Polri
MBG dan Koperasi Merah Putih: Antara Harapan Kesejahteraan dan Tantangan Implementasi
THR Cair, Lebaran Menggairahkan Ekonomi dan Kebahagiaan
Belajar dari Warung Makan, Kunci yang Hilang dari Program MBG
Polisi Juga Manusia: Di Balik Seragam, Ada Hati yang Tulus Mengabdi
Musda HIPMI Sulbar: Momentum Regenerasi, Bukan Ajang Transaksional
APBD SERTA PUBLIC VALUE
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:24 WIB

Refleksi HANI 2026: Dari Perang Candu Menuju Bumi Tipalayo Bebas Narkoba

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:53 WIB

Refleksi 10 Tahun Kepolisian Daerah Sulawesi Barat di Hari Bhayangkara ke-80 Tahun Polri

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:17 WIB

MBG dan Koperasi Merah Putih: Antara Harapan Kesejahteraan dan Tantangan Implementasi

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:53 WIB

THR Cair, Lebaran Menggairahkan Ekonomi dan Kebahagiaan

Sabtu, 27 September 2025 - 17:44 WIB

Belajar dari Warung Makan, Kunci yang Hilang dari Program MBG

Berita Terbaru

Hallo Polisi

Kapolres Mateng Ikuti Salat Istisqa, Lanjut Santuni Anak Yatim

Kamis, 20 Agu 2026 - 11:11 WIB