Polisi Juga Manusia: Di Balik Seragam, Ada Hati yang Tulus Mengabdi

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI – Ketika melihat sosok polisi berseragam di jalan, sebagian masyarakat sering kali hanya menilai dari sisi formal: aparat penegak hukum yang tegas, berwibawa, dan identik dengan aturan. Namun, di balik seragam cokelat itu, mereka tetaplah manusia biasa yang punya hati, rasa, dan kepedulian yang tulus kepada sesama.

Polisi bukan hanya sebatas simbol kekuasaan dan kewenangan, melainkan juga pengabdian tanpa pamrih. Banyak kisah sederhana yang jarang terekspos, seperti seorang polisi yang rela menggendong anak kecil menyeberang jalan, mengantar ibu hamil ke rumah sakit, atau menyisihkan gajinya untuk membantu warga yang membutuhkan. Inilah sisi kemanusiaan yang kerap luput dari sorotan publik.

Sering kali polisi hanya dikenal ketika melakukan penindakan hukum, operasi lalu lintas, atau saat menangani kasus kriminal. Padahal, di luar itu ada pengabdian sunyi yang tak pernah terekam kamera. Mereka meninggalkan keluarga demi menjaga keamanan saat bencana, tak jarang mengorbankan nyawa di medan tugas, dan tetap berusaha tersenyum meski dihadapkan pada tekanan pekerjaan.

Pandangan masyarakat terhadap polisi sesungguhnya bisa berubah jika lebih banyak membuka mata pada sisi humanis mereka. Polisi juga manusia, yang bisa lelah, lapar, dan rindu rumah. Namun dedikasi membuat mereka memilih untuk berdiri di garda terdepan demi terciptanya rasa aman bagi masyarakat.

Oleh karena itu, penting bagi publik untuk tidak hanya menilai dari sisi negatif atau satu-dua kesalahan oknum. Apresiasi sepatutnya diberikan kepada ribuan polisi yang setiap hari bekerja dengan sepenuh hati. Membangun kepercayaan bukan hanya tanggung jawab polisi kepada rakyat, melainkan juga rakyat kepada polisi.

Polisi yang humanis dan masyarakat yang menghargai akan melahirkan hubungan yang harmonis. Di situlah letak makna pengabdian sejati: bahwa seragam bukan sekadar lambang, melainkan jembatan antara ketegasan hukum dan ketulusan hati. Polisi juga manusia, dan di balik pengabdian mereka, tersimpan niat tulus menjaga negeri.

Oleh: A Rudi Fathir
Pemerhati Media

Berita Terkait

Refleksi HANI 2026: Dari Perang Candu Menuju Bumi Tipalayo Bebas Narkoba
Refleksi 10 Tahun Kepolisian Daerah Sulawesi Barat di Hari Bhayangkara ke-80 Tahun Polri
MBG dan Koperasi Merah Putih: Antara Harapan Kesejahteraan dan Tantangan Implementasi
THR Cair, Lebaran Menggairahkan Ekonomi dan Kebahagiaan
Belajar dari Warung Makan, Kunci yang Hilang dari Program MBG
Musda HIPMI Sulbar: Momentum Regenerasi, Bukan Ajang Transaksional
APBD SERTA PUBLIC VALUE
Haji Sebagai Inspirasi Peruban
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:24 WIB

Refleksi HANI 2026: Dari Perang Candu Menuju Bumi Tipalayo Bebas Narkoba

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:53 WIB

Refleksi 10 Tahun Kepolisian Daerah Sulawesi Barat di Hari Bhayangkara ke-80 Tahun Polri

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:17 WIB

MBG dan Koperasi Merah Putih: Antara Harapan Kesejahteraan dan Tantangan Implementasi

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:53 WIB

THR Cair, Lebaran Menggairahkan Ekonomi dan Kebahagiaan

Sabtu, 27 September 2025 - 17:44 WIB

Belajar dari Warung Makan, Kunci yang Hilang dari Program MBG

Berita Terbaru