THR Cair, Lebaran Menggairahkan Ekonomi dan Kebahagiaan

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI — Lebaran selalu menjadi momen yang paling dinanti umat Muslim setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa. Di balik suasana religius dan tradisi silaturahmi, ada satu hal yang hampir selalu menjadi penanda datangnya hari kemenangan: Tunjangan Hari Raya (THR). Bagi banyak orang, THR bukan sekadar tambahan penghasilan, tetapi juga simbol kebahagiaan, harapan, dan kesempatan berbagi.

Setiap menjelang Idul Fitri, suasana masyarakat berubah. Pasar menjadi lebih ramai, pusat perbelanjaan dipadati pengunjung, dan pedagang musiman bermunculan di berbagai sudut kota hingga desa. Fenomena ini tidak lepas dari peran THR yang meningkatkan daya beli masyarakat secara signifikan.

Bagi para pekerja, THR menjadi momen untuk memenuhi berbagai kebutuhan Lebaran. Mulai dari membeli pakaian baru, menyiapkan hidangan khas seperti Ketupat dan Opor Ayam, hingga menyiapkan angpao atau amplop Lebaran untuk anak-anak dan keluarga. Tradisi ini sudah melekat kuat dalam budaya masyarakat Indonesia, sehingga THR sering dianggap sebagai “bahan bakar” yang menggerakkan roda ekonomi menjelang hari raya.

Di sisi lain, pedagang kecil hingga pelaku UMKM juga merasakan berkah dari meningkatnya perputaran uang. Penjual pakaian, makanan, kue kering, hingga jasa transportasi mengalami lonjakan permintaan. Bahkan di banyak daerah, momen Lebaran sering menjadi periode dengan omzet tertinggi sepanjang tahun.

Namun, makna THR sebenarnya tidak hanya soal konsumsi. Lebih dari itu, THR menjadi sarana untuk berbagi kebahagiaan. Banyak orang memanfaatkan sebagian THR mereka untuk bersedekah, membantu keluarga yang membutuhkan, atau memberikan hadiah kepada orang tua sebagai bentuk rasa syukur.

Lebaran pada akhirnya bukan sekadar tentang kemeriahan atau belanja. Inti dari perayaan Idul Fitri adalah kembali kepada kesucian, mempererat silaturahmi, dan memperkuat kepedulian sosial. THR hanyalah salah satu sarana yang membantu menghadirkan kebahagiaan tersebut, baik bagi penerimanya maupun bagi mereka yang merasakan dampak ekonomi di sekitarnya.

Karena itu, ketika THR cair dan Lebaran tiba, yang sesungguhnya dirayakan bukan hanya kemenangan setelah berpuasa, tetapi juga semangat kebersamaan yang menghidupkan ekonomi dan mempererat hubungan antar sesama.

Berita Terkait

Refleksi HANI 2026: Dari Perang Candu Menuju Bumi Tipalayo Bebas Narkoba
Refleksi 10 Tahun Kepolisian Daerah Sulawesi Barat di Hari Bhayangkara ke-80 Tahun Polri
MBG dan Koperasi Merah Putih: Antara Harapan Kesejahteraan dan Tantangan Implementasi
Belajar dari Warung Makan, Kunci yang Hilang dari Program MBG
Polisi Juga Manusia: Di Balik Seragam, Ada Hati yang Tulus Mengabdi
Musda HIPMI Sulbar: Momentum Regenerasi, Bukan Ajang Transaksional
APBD SERTA PUBLIC VALUE
Haji Sebagai Inspirasi Peruban
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:24 WIB

Refleksi HANI 2026: Dari Perang Candu Menuju Bumi Tipalayo Bebas Narkoba

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:53 WIB

Refleksi 10 Tahun Kepolisian Daerah Sulawesi Barat di Hari Bhayangkara ke-80 Tahun Polri

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:17 WIB

MBG dan Koperasi Merah Putih: Antara Harapan Kesejahteraan dan Tantangan Implementasi

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:53 WIB

THR Cair, Lebaran Menggairahkan Ekonomi dan Kebahagiaan

Sabtu, 27 September 2025 - 17:44 WIB

Belajar dari Warung Makan, Kunci yang Hilang dari Program MBG

Berita Terbaru