Segera Dimulai, AFLI Siap Melayani Distribusi Logistik untuk Proyek IKN Nusantara.

- Jurnalis

Senin, 4 Juli 2022 - 06:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATTA.CO, BALIKPAPAN – Proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sudah mulai berlangsung.

Dengan adanya proyek IKN tentunya akan mendatangkan logistik dari luar Kalimantan Timur, mulai peralatan, material, hingga kebutuhan proyek lainnya.

Peran perusahaan jasa pengiriman logistik yang tergabung dalam Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI) di Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan sangat besar.

“Saya di sini berbicara sebagai Ketua ALFI Balikpapan. Tentu saja peran ALFI di sini sebagai tulang punggung proyek pembangunan IKN Nusantara, terutama untuk pendistribusian material,” ujar Firman Tola, Ketua ALFI Balikpapan, Senin 4 Juli 2022.

Oleh karena itu, Firman berharap, ALFI Balikpapan  agar perusahan logistik dari luar daerah yang mendapatkan pekerjaan atau proyek IKN bisa bekerjasama atau menjadi mitra kerja tanpa harus membuka perusahaan cabang di Balikpapan.
Perusahaan-perusahaan logistik di Balikpapan sendiri lanjutnya siap melayani pengiriman berbagai kebutuhan logistik untuk proyek IKN Nusantara nantinya.

“Ini adalah peluang serta juga pembuktian kepercayaan kepada kami pengusaha jasa logistik dan forwarder yang tergabung di ALFI Balikpapan, sehingga dengan senang hati Insyaa Allah kami siap,” ungkap Firman.

Sebagai bentuk kesiapan, anggota ALFI sudah memiliki sistem manejemen dan profesionalisme kerja yang kompeten. “Kami dari asosiasi (ALFI) juga memberikan sertifikasi pendidikan tentang logistik ekspor dan impor,” ucapnya.

Dikemukakan, ALFI  merupakan asosiasi perusahaan logistik dan forwader, untuk Balikpapan sudah banyak anggotanya yang punya pengalaman, baik lokal logistik, maupun sebagai forwader internasional.

“Jadi jangan ragu perusahaan luar untuk menjalin kerjasama dengan kami,” kata Firman.

Terkait armada yang dibutuhkan untuk pengiriman logistik proyek pembangunan IKN, menurutnya itu menyesuaikan dengan kebutuhan. Meski demikian , unit yang ada di Balikpapan selama ini cukup.

“Saya juga mendapatkan informasi dari beberapa anggota ALFI, saat ini lagi menunggu pesanan truk ke dealer. Harapan kami juga soal armada, pengusaha dari luar cukup bekerjasama dengan kami, jangan mendatangkan armada dari luar,” tandasnya.

Jika armada yang digunakan dari daerah Kaltim, makam asosiasi maupun pemerintah daerah yang akan mendapatkan pajak dari armada dengan plat daerah tersebut.
Bagaimana dengan sistem bongkar muat di pelabuhan yang ada di Balikpapan, apakah ada kendala?
Firman menjelaskan, kegiatan di pelabuhan itu ada beberapa, antara lain:
– Kegiatan pengangkutan yang merupakan ranahnya kapal pengangkut diatur oleh agen pelayaran yang menyandarkan kapal di dermaga pelabuhan.
– Kegiatan bongkar muat dari dan ke kapal ke lapangan penumpukan. Kegiatan  ini ranahnya perusahaan bongkar muat.
– Terakhir, kegiatan receiving dan delivery, ini pekerjaan ALFI.

Jika kargo baik kontainer maupun non kontainer sudah tersedia di lapangan penumpukan, maka tugas ALFI melakukan proses pengeluaran barang.

“Perlu diketahui bahwa asosiasi sah yang diatur oleh Kementerian untuk pengeluaran barang dari pelabuhan ada di ALFI,” jelasnya.

DItambahkan, sejauh ini bongkar muat barang, baik di pelabuhan maupun bandara tidak ada kendala.
Karena di pelabuhan maupun bandara telah mengunakan sistem online yang terakses dengan baik, bisa melalui via HP dalam proses pembayaran maupun delivery barang. Dan ditunjang ada beberapa penambahan alat,  dan bekerja dalam 24 jam.

Pada kesempatan yang Firman berharap kepada pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung atau mempermudah penyediaan bahan bakar minyak (BBM) yang cukup.

Seperti diketahui kebutuhan BBM dengan adanya adanya proyek IKN tentunya akan bertambah, sehingga agar tidak terjadi antrean di SPBU, ALFI Balikpapan berharap kuota BBM, terutama solar bisa ditambah.
Tidak kalah pentingnya, ALFI juga berharap pemerintah pusat  maupun kontraktor atau pelaku usaha proyek IKN melibatkan perusahaan di daerah.

“Kami ingin bisa  kerjasama dalam hal pendistribusian logistik, tanpa membuka cabang maupun izin baru dengan perusahaan-perusahaan dari luar,” tegasnya. (*)

Berita Terkait

Putusan Mahkamah Partai Belum Final, Rudi Tempuh Gugatan ke PN Jakarta Pusat
Polsek Kalumpang dan BKO Polresta Mamuju Sigap Tangani Perkelahian Antar Desa, Hasil Mediasi Sepakat Damai
Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat
Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta
Pastikan Karhutla Tidak Meluas, Tim Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli di Bukit Lambagu
Antisipasi Kebakaran Susulan, Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli ke Lokasi Karhutla
Jemput Ribuan Butir Ekstasi di Polman, Warga Sidrap Diciduk Tim Gabungan BNN Sulbar dan BNNK Polman
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:55 WIB

Putusan Mahkamah Partai Belum Final, Rudi Tempuh Gugatan ke PN Jakarta Pusat

Senin, 8 Juni 2026 - 13:42 WIB

Polsek Kalumpang dan BKO Polresta Mamuju Sigap Tangani Perkelahian Antar Desa, Hasil Mediasi Sepakat Damai

Senin, 1 Juni 2026 - 13:31 WIB

Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57 WIB

Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:48 WIB

Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta

Berita Terbaru