Sengketa Sawit Memanas! Dua Kelompok Warga di Mateng Nyaris Adu Bacok, Polisi Turun Tangan

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATENG – Sengketa lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Salubaja, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, nyaris berujung bentrok berdarah. Dua kelompok warga saling berhadapan dan hampir terlibat adu bacok, Selasa (20/1/2026), akibat klaim kepemilikan lahan yang sama.

Situasi di lokasi sengketa sempat memanas dan mencekam, lantaran masing-masing kelompok terlihat membawa senjata tajam berupa parang. Adu mulut tak terhindarkan, bahkan nyaris berubah menjadi aksi kekerasan terbuka yang dapat mengancam keselamatan warga sekitar.

Beruntung, personel kepolisian dari Polres Mamuju Tengah bergerak cepat mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Kehadiran aparat berhasil meredam emosi kedua belah pihak sebelum konflik meluas dan menimbulkan korban.

“Guna menghindari konflik yang lebih besar, perwakilan dari kedua kelompok kami bawa ke Mapolres Mamuju Tengah untuk dilakukan klarifikasi,” ujar KBO Reskrim Polres Mateng, IPDA Marshia, kepada wartawan.

IPDA Marshia menjelaskan, meski sempat terjadi ketegangan di lapangan, situasi kini telah berhasil dikendalikan. Kepolisian langsung mengambil langkah-langkah hukum awal, termasuk pemeriksaan dan pendalaman terkait status kepemilikan lahan yang disengketakan.

“Saat ini kami melakukan pemeriksaan awal, yakni membuat berita acara interogasi terhadap masing-masing pihak terkait dasar kepemilikan lahan perkebunan sawit tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan, proses penanganan akan dilakukan secara profesional dan objektif, dengan mengedepankan data administrasi, dokumen kepemilikan, serta keterangan saksi yang relevan agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Pihak kepolisian juga mengimbau kedua kelompok warga untuk menahan diri, tidak terpancing emosi, serta tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat berujung pada proses hukum pidana.

“Kami harap semua pihak tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada aparat penegak hukum,” tutup IPDA Marshia.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Salubaja terpantau aman dan kondusif, dengan aparat kepolisian masih melakukan pengamanan serta monitoring lanjutan guna mencegah potensi konflik susulan.

Berita Terkait

Polres Mamuju Tengah Bongkar 10 Kasus Narkoba, 17 Tersangka Ditangkap dan Sabu Disita
Menteri Transmigrasi Apresiasi Pelayanan Jemput Bola di Salundeang, Bupati Arsal Aras Pastikan Warga Pelosok Terlayani
Arsal Aras Paparkan Talenta ASN di BKN RI
Dapur SPPG 3T Mateng Belum Beroperasi, Warga Minta Kejelasan
SPPG Kamansi Sajikan Makanan Bergizi untuk Siswa di Mamuju Tengah
Bupati Arsal Aras Tinjau Pemancar TVRI Mateng, Siap Dukung Siaran Piala Dunia 2026
TVRI Sulbar Hadirkan TX Topoyo, Warga Mamuju Tengah Segera Nikmati Siaran Piala Dunia 2026
IJS Sambangi Kominfopers Mateng, Perkuat Sinergi Media dan Pemerintah Lawan Hoaks
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:42 WIB

Polres Mamuju Tengah Bongkar 10 Kasus Narkoba, 17 Tersangka Ditangkap dan Sabu Disita

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:01 WIB

Menteri Transmigrasi Apresiasi Pelayanan Jemput Bola di Salundeang, Bupati Arsal Aras Pastikan Warga Pelosok Terlayani

Jumat, 19 Juni 2026 - 02:00 WIB

Arsal Aras Paparkan Talenta ASN di BKN RI

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:25 WIB

Dapur SPPG 3T Mateng Belum Beroperasi, Warga Minta Kejelasan

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:58 WIB

SPPG Kamansi Sajikan Makanan Bergizi untuk Siswa di Mamuju Tengah

Berita Terbaru