Terkait Spam Maniangpojo dan Pajak Air Permukaan, Bapenda Sulsel Kunjungi PDAM Wajo

- Jurnalis

Jumat, 4 Juni 2021 - 04:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sengkang – Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kunjungan kerja ke Kantor PDAM Kab. Wajo pada Kamis (03/06/2021) kemarin, disambut dengan baik oleh Direktur PDAM Kab. Wajo, Andi Dedy Ahmad Iqbal, S.H. Didampingi Kabid Umum, Administrasi, Keuangan dan Kabid Teknik.

Kunjungan kerja Bapenda Provinsi Sulsel tersebut terkait denhan soal Spam Maniangpajo dan Pahjak Air Permukaan untuk Kabupaten Wajo. Hal tersebut diungkapkan lansung oleh Direktur PDAM Kab. Wajo, Andi Dedy Ahmad Iqbal, S.H. melalui pesan releasenya ke awak media ini.

Menurut Andi Dedy sapaan akrabnya hal tersebut juga berkaitan dan sesuai yang diamanatkan dalam Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Pajak Air Permukaan bernama Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan (PPPABTAP).

Namun dalam undang-undang terakhir yakni UU Nomor 28 tahun 2009, PPPABTAP terbagi menjadi dua jenis pajak, yaitu Pajak Air Bawah Tanah (PABT) dan Pajak Air Permukaan (PAP).

Berdasarkan undang-undang tersebut, PAP adalah pajak atas pengambilan dan/atau pemanfaatan air permukaan. Lalu, air permukaan yang dimaksud dalam undang-undang tersebut adalah semua air yang terdapat pada permukaan tanah, tidak termasuk air laut, baik yang berada di laut maupun di darat.

Dan untuk PDAM Wajo ada kenaikan pajak berdasarkan pengambilan air permukaan atau air yang disebabkan salah satunya adanya penambahan durasi dari pengoperasian mesin pompa intake dari 23 jam menjadi 24 jam, oleh karena itu, pajak permukaan bertambah atau naik dikisaran 0,4%.Terangnya

Terkait dgn SPAM Maniangpajo, kami telah sampaiakan ke Bapenda Sulsel bahwa sampai sekarang belum diserahkan dan dimanfaatkan oleh PDAM karena terkendala dengan sumber air baku. Olehnya itu, melalui Pemkab Wajo, kami telah bersurat ke SatKer air bersih untuk di lakukan relokasi agar SPAM tersebut bisa dimanfaatkan.

Adapun rencana relokasi yang kami ajukan kemungkinannya di Kecamatan Takkalalla yang sumber air bakunya nanti diambil dari sungai Cenranae untuk di manfaatkan dan dialirkan untuk masyarakat Wajo.

Penulis : Erwin

Editor   : Ancha

Berita Terkait

Polsek Kalumpang dan BKO Polresta Mamuju Sigap Tangani Perkelahian Antar Desa, Hasil Mediasi Sepakat Damai
Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat
Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta
Pastikan Karhutla Tidak Meluas, Tim Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli di Bukit Lambagu
Antisipasi Kebakaran Susulan, Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli ke Lokasi Karhutla
Jemput Ribuan Butir Ekstasi di Polman, Warga Sidrap Diciduk Tim Gabungan BNN Sulbar dan BNNK Polman
Kasat Binmas Bersama Bhabinkamtibmas Salurkan Paket Daging Kurban Secara Door to Door
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 13:42 WIB

Polsek Kalumpang dan BKO Polresta Mamuju Sigap Tangani Perkelahian Antar Desa, Hasil Mediasi Sepakat Damai

Senin, 1 Juni 2026 - 13:31 WIB

Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57 WIB

Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:48 WIB

Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:03 WIB

Pastikan Karhutla Tidak Meluas, Tim Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli di Bukit Lambagu

Berita Terbaru