MAMUJU – Langkah besar menuju lompatan pembangunan sumber daya manusia resmi dimulai. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung khidmat di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Sabtu malam, 17 Januari 2025.
MoU bersejarah tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, disaksikan jajaran pimpinan Pemprov Sulbar serta rombongan petinggi Universitas Gadjah Mada. Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam upaya mempercepat pembangunan SDM unggul di Bumi Tanah Mandar.
Gubernur Suhardi Duka menyebut kolaborasi dengan UGM sebagai momen membanggakan sekaligus penuh harapan bagi Sulawesi Barat. Menurutnya, UGM bukan sekadar perguruan tinggi ternama, melainkan simbol lahirnya pemimpin dan ilmuwan besar bangsa.
“Ini kunjungan yang membahagiakan bagi Sulawesi Barat. UGM adalah universitas impian jutaan anak bangsa, termasuk saya,” ujar Suhardi Duka dalam sambutannya.
Ia memaparkan bahwa Sulawesi Barat memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, dengan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan sebagai fondasi utama pembangunan daerah yang menyumbang sekitar 46 persen PDRB Sulbar. Meski memiliki cadangan pertambangan strategis, Pemprov Sulbar memilih tetap menempatkan pertanian sebagai tulang punggung pembangunan dengan mengedepankan mitigasi lingkungan.
“Kakao Sulbar adalah penghasil ketiga nasional dan hampir 90 persennya diekspor. Sawit pun kami kelola dengan prinsip keseimbangan antara perusahaan besar dan petani plasma,” tegasnya.
Namun demikian, Suhardi Duka menegaskan bahwa tantangan terbesar Sulawesi Barat saat ini terletak pada keterbatasan sumber daya manusia, terutama di sektor akademik dan profesional. Oleh karena itu, peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas utama dalam visi Panca Daya Pembangunan Sulbar.
“Kerja sama dengan UGM membuka peluang emas bagi anak-anak Sulbar untuk menempuh pendidikan di universitas terbaik. Bahkan, kami berkomitmen memberikan beasiswa penuh bagi lulusan SMA terbaik yang diterima di UGM,” ungkapnya.
Ia optimistis, dalam lima tahun ke depan, SDM Sulawesi Barat akan tumbuh lebih kompetitif dan mampu bersaing di tingkat regional Sulawesi maupun nasional.
Sementara itu, Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemprov Sulbar kepada Universitas Gadjah Mada. Menurutnya, kolaborasi antar-lembaga merupakan kebutuhan mutlak di masa depan.
“Kolaborasi adalah keniscayaan, dan hanya bisa terbangun atas dasar saling percaya,” kata Ova Emilia.
Ia mengungkapkan bahwa hubungan UGM dan Sulawesi Barat sejatinya telah terjalin melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang selama ini memberi dampak nyata bagi masyarakat. Ke depan, UGM siap memperluas dukungan, khususnya dalam pengembangan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.
UGM juga membuka peluang program afirmasi dan pre-university bagi daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) melalui jalur seleksi khusus di luar jalur nasional.
“Program afirmasi ini kami rancang untuk memberi kesempatan lebih luas bagi daerah yang membutuhkan. Sulawesi Barat memiliki potensi besar untuk itu,” pungkas Prof. Ova Emilia.
Dengan kerja sama ini, Sulawesi Barat dan UGM menegaskan komitmen bersama membangun masa depan daerah melalui pendidikan, riset, dan penguatan SDM unggul demi Indonesia yang lebih maju.










