Kisruh Proyek Pasar Peneki Kembali Mencuat, Terkait Soal Material Bangunan Yang Diklaim Investasi

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2020 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SENGKANG — Kisruh soal pelaksanaan proyek pasar Peneki Kecamatan Takkalalla Kabupaten Wajo yang menelan anggaran sekitar rp 2,6 milliar lebih terus mencuat.Kali ini soal sorotan masalah penggunaan material bangunan berupa batu pondasi dan material lain yang digunakan pelaksana rekanan dalam proyek tersebut.

Pasalnya proyek pembangunan pasar Peneki tersebut diklaim oleh salah satu yang merupakan orang dari pemilik investitasi bangunan diatas lahan pasar tersebut dan juga mengaku kalau pemilik aset bangunan berupa pondasi bangunan pasar dan bangunan ruko pasar Peneki dan memiliki surat hal guna bangunan. 

Andi Syahrial Makkuradde yang ditemui awak media kemarin mengakui hal tersebut dan mengklaim kalau masalah bangunan pasar Peneki yang saat ini sementara dilaksanakan pekerjaan proyek untuk tahun 2020 ini tersebut,  masih merupakan aset dan investasi dari bangunan miliknya baik berupa bangunan pondasi dan ruko yang ada dan itu masih ada surat hak guna bangunanya. 

“Tapi sungguh disayangkan pihak Pemkab melakukan pekerjaan proyek pasar tersebut tanpa adanya koordinasi dan kesepakatan dari pihak kami,”Ujarnya.

Selain itu, menurutnya juga sangat disayangkan bangunan berupa loda atau ruko yang ada dibongkar tanpa seijin dan sepegetahuanya dan juga soal bangunan pondasi pun demikin,  malah sebagian materialnya diduga kembali digunakan oleh pihak pelaksana dalam hal ini pihak rekanan yang melaksanakan proyek tersebut. “Ini saya sayangkan tanpa ada koordinasi dan penyampaian semua dibongkar dan tidak ada kesepakatan atau konvensasi didalamnya”. Kesalnya

Dirinya pun berencana jika hal ini tidak ada titik temu antara pihak Pemkab ataupun nantinya melalui pihak rekanan kontraktor, kami akan tempuh jalur hukum dan rencana akan laporkan kepenegak hukum terkait soal pengerusakan dan indikasi pencurian material bangunan kami. Tambahnya

Sekedar diketahu kalau sebelumnya proyek pasar Peneki ini juga menuai sorotan dari lembaga BPKP Wajo yang menemukan sejumlah kejanggalan dan indikasi temuan dalam penggunaan material berupa batu pondasi yang digunakan rekanan dalam pekerjaan serta kwalitas dan mutu yang diragukan.”Diduga sebagian material batu pondasi digunakan dari material lama dan juga sebagian adanya pemasangan batu pondasi yang gunakan batu mirip batu kapur dan tidak sesuai spek dan mutu serta kwalitasnya. Ujar Andi Sumitro Ketua Lembaga BPKP Wajo ini. 

Sedang salag satu dari PT Tiara Teknik selaku pelaksana dari proyek pekerjaan Pasar Peneki berjanji akan melakukan pembenahan dan perbaikan terhadap pekerjaan pasar rakyat tersebut.

Pembangunan Pasar Peneki senilai Rp2,6 milliar lebih melalui anggaran APBN 2020 melalui Diskoperindag Wajo.Janji Andi Ramiz dari PT Tiara Teknik.

Terkait masalah lahan yang masih dipersoalkan, Andi Ramiz mengaku, itu bukan kewenangan rekanan, tetapi ranah Pemkab Wajo dengan oknum yang mengklaim lahan dimaksud.

Sedangkan pihak dari instansi Diskoperindag Wajo dan PPK nya hingga saat ini belum berhasil ditemui dan dimintai keterangan, begitu juga saat chat/sms yang dikirimkan awak media ke Haji Ambo Mai Kadis Diskoperindag Wajo juga belum mendapatkan jawaban sama sekali seputar hal tersebut diatas. 

Seperti diketahui soal yang diklaim dalam bangunan investasi tersebut yakni 48 meter masing masing tiga titik jadi 144 meter dan skitar 12 titik untuk yang 9 meter jadi 108 meter dan tinggi 1 meter.

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat
Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta
Pastikan Karhutla Tidak Meluas, Tim Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli di Bukit Lambagu
Antisipasi Kebakaran Susulan, Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli ke Lokasi Karhutla
Jemput Ribuan Butir Ekstasi di Polman, Warga Sidrap Diciduk Tim Gabungan BNN Sulbar dan BNNK Polman
Kasat Binmas Bersama Bhabinkamtibmas Salurkan Paket Daging Kurban Secara Door to Door
Polresta Mamuju dan Polsek Jajaran Tebar Kepedulian Melalui Daging Kurban Idul Adha 1447 H
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 13:31 WIB

Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57 WIB

Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:48 WIB

Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:03 WIB

Pastikan Karhutla Tidak Meluas, Tim Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli di Bukit Lambagu

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:43 WIB

Antisipasi Kebakaran Susulan, Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli ke Lokasi Karhutla

Berita Terbaru

Hallo Polisi

Kapolda Sulbar Buka Lomba Kicau Mania Hari Bhayangkara ke-80

Minggu, 7 Jun 2026 - 12:02 WIB

Sorot

IJS Sulbar Kecam Oknum Wartawan Diduga Ancam Narasumber

Sabtu, 6 Jun 2026 - 16:57 WIB