Saat Debat, Petahana Tak Jawab Soal Tenaga Kontrak, Aset Amburadul, Feri Mini, Posisi ASN Tidak Proporsional

- Jurnalis

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Debat publik putaran pertama berlangsung seru. Dimana sejumlah pertanyaan yang diajukan Paslon Nomor 1, calon Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi tidak dijawab paslon nomor 2 Habsi-Irwan (HI).

Debat yang dilaksanakan KPU Mamuju ini mengusung tema “Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah serta Meningkatkan Pelayanan kepada Masyarakat dan strategi penanganan Covid-19”, di ikuti pasangan Nomor 1 Sutinah Suhardi-Ado Mas’ud dan nomor 2 Habsi Wahid-Irwan SP Pababari. Sabtu (31/10) di Hotel Matos Mamuju.

Segmen ketiga, Sutinah Suhardi mempertanyakan hampir lima tahun kepemimpinan Habsi-Irwan yang menyisakan banyak persoalan. Diantaranya kemiskinan yang terus meningkat, penempatan ASN pada posisi strategis tidak proporsional, gaji tenaga kontrak yang belum terbayarkan, hasil ujian nasional SMP terendah di Sulbar, pengelolaan aset yang amburadul, feri mini yang viral, pembangunan manakarra tower ditengah pandemi covid-19. “Apa yang menjadi hambatan dan kendala semua ini terjadi?” tanya Sutinah kepada Habsi-Irwan.

Menjawab pertanyaan dari Paslon nomor urut 1. Habsi-Irwan mengatakan penyebab pertumbuhan angka kemiskinan di Kabupaten Mamuju dikarenakan semakin banyaknya pendatang.

“Rata-rata orang yang datang di Mamuju para pencari kerja, jadi itu yang menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan. Mereka tidak memiliki keterampilan, sehingga tingkat pendapatan mereka rendah,” katanya.

Sementara terkait IPM, Habsi menyangkal jika terendah, menurutnya jika Mamuju adalah tertinggi di Sulbar.

Sementara pertanyaan soal penempatan ASN pada posisi strategis tidak proporsional, gaji tenaga kontrak yang belum terbayarkan, hasil ujian nasional SMP terendah di Sulbar, pengelolaan aset yang amburadul, feri mini yang viral, pembangunan manakarra tower ditengah pandemi covid-19 itu tidak dijawab.

Diketahui bahwa secara absolut angka kemiskinan di Kabupaten Mamuju dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Pada tahun 2016 sebanyak 17.470 jiwa warga miskin di Mamuju Sulbar, tahun 2017 sebanyak 19.110 jiwa, tahun 2018 20.420 jiwa, serta tahun 2019 sebanyak 20.570 jiwa, sesuai dengan data yang dikeluarkan oleh BPS Mamuju.

(Anhar)

Berita Terkait

Polsek Kalumpang dan BKO Polresta Mamuju Sigap Tangani Perkelahian Antar Desa, Hasil Mediasi Sepakat Damai
Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta
Pastikan Karhutla Tidak Meluas, Tim Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli di Bukit Lambagu
Antisipasi Kebakaran Susulan, Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli ke Lokasi Karhutla
Kasat Binmas Bersama Bhabinkamtibmas Salurkan Paket Daging Kurban Secara Door to Door
Polresta Mamuju dan Polsek Jajaran Tebar Kepedulian Melalui Daging Kurban Idul Adha 1447 H
Hanura Sulbar Solid, Andi Dody Hermawan Pimpin DPD Secara Aklamasi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57 WIB

Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:48 WIB

Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:03 WIB

Pastikan Karhutla Tidak Meluas, Tim Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli di Bukit Lambagu

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:43 WIB

Antisipasi Kebakaran Susulan, Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli ke Lokasi Karhutla

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:38 WIB

Kasat Binmas Bersama Bhabinkamtibmas Salurkan Paket Daging Kurban Secara Door to Door

Berita Terbaru

Hallo Polisi

Divisi Hukum Polri Asistensi Sisdivkum dan JDIH di Polresta Mamuju

Senin, 8 Jun 2026 - 15:45 WIB