Iklan Google AdSense

Partai Non Seat Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Mamuju

- Jurnalis

Senin, 3 Juni 2024 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU -6 Partai peserta pemilu yang tidak mendapatkan kursi pada Pileg DPRD Kabupaten Mamuju 2024, bergabung dalam satu wadah bernama Koalisi Mamuju Sipakalaqbi’

Iklan Bersponsor Google

Deklarasi KMS dilakukan pada awal bulan juni tepatnya tamggal 03 Juni 2024 disalahsatu warkop d mamuju.

Tema yang diusung yaitu “Membangun Kekuatan dan Komitmen kebersamaan Menghadapi Pemilukada Serentak 2024.”

Total ada 5 partai yang tergabung dalam koalisi tersebut, yakni Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Garuda, Partai Ummat dan Partai Buruh.

Ketua KMS, Syamsir, S.IP mengatakan, pembentukan koalisi tidak dipungkiri berangkat dari kesamaan nasib dalam Pileg DPRD Mamuju beberapa bulan yang lalu dimana Lima partai tersebut belum berhasil menempatkan caleg-nya sebagai salah satu wakil rakyat di gedung parlemen daerah.

“Koalisi Mamuju Sipakalqbi’ atau yang disingkat KMS, merupakan gabungan dari partai-partai yang tidak mendapat kursi di DPRD Kabupaten Mamuju, itu yang mendasari terbentuknya koalisi ini,” kata Syamsir.

Kendati tidak memiliki kursi di parlemen, partai Yang tergabung dalam KMS tetap ingin berkontribusi dalam pilkada Mamuju yang akan dihelat pada tanggal 27 November tahun 2024 yang akan datang.

“Dalam aturan KPU, partai yang tidak memiliki kursi di parlemen, tidak bisa mengusung calon kepala daerah, tapi kita tetap punya hak untuk mendukung, apalagi koalisi ini ada 5 partai yang tergabung didalamnya,” paparnya.

Baca Juga :  DPC Gerindra Pasangkayu Sebut Kampanye Hitam Ubah Pesta Jadi Duka Dalam Demokrasi

Syamsir mengungkapkan, menyatukan 5 parpol dalam satu koalisi bukanlah hal mudah. Mengingat setiap parpol dipahami memiliki visi dan misi masing–masing. Namun demikian, perbedaan tersebut dapat bertemu di titik persamaan.

“Sebenarnya untuk menyatukan parpol itu bukan hal yang gampang, tetapi mungkin yang membuat mudahnya bergabung itu karena sama-sama tidak dapat kursi. Kami kemudian sepakat menyatukan visi dan misi seluruh partai dalam koalisi ini,” bebernya.

Syamsir kembali mengakui bahwa tujuan pembentukan koalisi mengarah pada pelaksanaan Pilkada 2024. KMS akan tampil sebagai pendukung salah satu pasangan calon kepala daerah.

“Memang tujuan dan arah kita ke pilkada, mendukung salah satu paslon,” ujarnya.

Meski begitu, Syamsir menegaskan bahwa pembentukan koalisi ini tidak digiring oleh salah satu bakal calon. Dalam kebijakan arah politik, KMS sementara ini masih netral dan terbuka untuk semua kandidat calon yang ingin mendapat dukungan.

“Koalisi ini masih dalam keadaan netral, masih menunggu calon-calon yang membutuhkan dukungan dari koalisi,” ujarnya.

Ditanya soal nilai jual dan posisi tawar KMS dalam kancah Pilkada 2024, Syamsir menegaskan bahwa partai yang tergabung merupakan partai politik yang memiliki kepengurusan mulai dari pusat, wilayah, daerah, kecamatan bahkan Desa sehingga patut untuk diperhitungkan.

Baca Juga :  Resmi, PAN Cabut Rekomendasi untuk Yaumil

“Partai politik yang bergabung adalah parpol nasional, sudah punya pengurus dari pusat sampai kecamatan, bahkan sampai desa. Makanya semua partai ini lolos untuk ikut Pileg kemarin,” bebernya.

Agenda terdekat KMS adalah menjalin komunikasi dengan semua pihak, terutama para bakal calon peserta Pilkada 2024.

Beberapa nama yang dibahas dalam pertemuan pembentukan koalsi tersebut adalah Hj. ST Sutina Suhardi, SH, M.Si yang merupakan bupati mamuju yang juga akan maju pada pilkada tahun ini untuk melanjutkan periode ke duanya,
Kemudian nama DR. Muh. Jamil barangbagi juga menjadi salah satu nama yang dibincangkan dalam pertemuan tersebut Dimana Beliau juga digadang akan maju sebagai calon wakil bupati mamuju 2024.

Selain ke 2 tokoh tersebut juga ada nama bakal calon bupati dan calon wakil bupati mamuju seperti H.Irwan ST Pababari, Ado Mas’ud yang juga merupakan Wakil Bupati Mamuju, H. Damris, Munandar Wijaya, Sukriadi, Yidiaman, Rahmat Sanusi, dan Yaqub
Semua calon tersebut terbuka peluang untuk kita dukung tergantung hasil komunikasi dan kesamaan persepsi terhadap cara menatap mamuju kedepan..

Iklan Google AdSense

Berita Terkait

Sekretaris Partai Gelora Sulbar, Syamsir, Tunjukkan Komitmen Tingkatkan Kapasitas Lewat Pendidikan Tinggi
Dialog Anti Radikalisme Digelar di Masjid Taqwa Madatte, Hadirkan Tiga Narasumber
DPR Tetapkan Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Hasil Pemilu 2024, Welem Sambolangi dan H. Sudirman Akan Dilantik Presiden 6 Februari 2025 ?
Munas Kilat, Anis Matta Terpilih Lagi Sebagai Ketua Umum Partai Gelora
SDK-JSM Unggul Telak di Polewali Mandar Berdasarkan Rekapitulasi KPU Polman
Assami Tegaskan Presisi Hitung Cepatnya Mendekati Hasil Rekapitulasi KPU
2 Hari Jelang Pilkada, Kabapas Polewali Kembali Tekankan Jajaran Jaga Netralitas
Halim Optimistis Pasangan ADAMI Menang di Pilkada Mamuju
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Mei 2025 - 12:35 WIB

Sekretaris Partai Gelora Sulbar, Syamsir, Tunjukkan Komitmen Tingkatkan Kapasitas Lewat Pendidikan Tinggi

Selasa, 25 Februari 2025 - 22:23 WIB

Dialog Anti Radikalisme Digelar di Masjid Taqwa Madatte, Hadirkan Tiga Narasumber

Kamis, 23 Januari 2025 - 09:04 WIB

DPR Tetapkan Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Hasil Pemilu 2024, Welem Sambolangi dan H. Sudirman Akan Dilantik Presiden 6 Februari 2025 ?

Minggu, 8 Desember 2024 - 14:29 WIB

Munas Kilat, Anis Matta Terpilih Lagi Sebagai Ketua Umum Partai Gelora

Kamis, 5 Desember 2024 - 07:27 WIB

SDK-JSM Unggul Telak di Polewali Mandar Berdasarkan Rekapitulasi KPU Polman

Berita Terbaru