Pasien ditandu 32 Km, Ombudsman : Pemda Polman Harus Instropeksi

- Jurnalis

Selasa, 25 Februari 2020 - 01:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Polewali – Kondisi memprihatinkan kembali terjadi menimpa masyarakat Kab. Polewali Mandar, sebuah peristiwa memilukan dialami warga Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar), sebuah kecamatan yang terisolir di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

Sebelumnya diberitakan di media massa, seorang ibu yang tengah mengandung tiga bulan harus ditandu puluhan kilometer karena mengalami pendarahan untuk mendapatkan layanan medis pada fasilitas kesehatan.

Puluhan warga desa menandunya menggunakan batang bambu dan sarung, menyusuri hutan, akibat akses jalanan yang rusak parah dan tak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, bahkan roda dua pun sulit.

Ani (30) warga Desa Ratte, salah satu desa terjauh dan terisolir di Kecamatan Tutar, harus ditandu sejauh 32 kilometer ke desa terdekat yang memiliki akses jalan lebih baik yang bisa diakses kendaraan roda empat.

Menanggapi hal ini Ombudsman RI Sulawesi Barat, menilai Pemerintah daerah Kabupaten Polewali Mandar harus memberikan perhatian serius terhadap daerah terisolir.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulbar Lukman Umar mengatakan, untuk mendapatkan  layanan kebutuhan dasar  pemerintah wajib memprioritaskan dan memberi perhatian serius kepada daerah-daerah yang sangat tertinggal seperti di Desa Ratte, Kabupaten Polewali Mandar ini. Prioritas dapat dilakukan dengan pembangunan fasilitas layanan dasar, kesehatan, pendidikan di daerah itu dilengkapi dengan petugasnya.

Solusi lain yang dapat dilakukan, memberikan anggaran di luar anggaran reguler Dana Desa dan ABPD, agar perbaikan dan pemenuhan komponen layanan dasar di daerah itu, bisa dilaksanakan.

“Anggaran khusus untuk daerah marjinal seperti ini  sebagai kebijakan afirmasi di luar anggaran reguler seperti Dana Desa maupun APBD bisa saja dilakukan, utamanya untuk fasilitas kesehatan  termasuk akses jalan kesana. Sekaligus bagian dari  untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang ada disana jika akses jalannya bagus,” pungkas Lukman

Berita Terkait

Tak Berhenti di 250 Ton, Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polresta Mamuju Cetak Rekor Pengiriman Jagung ke Bulog
Bahu Membahu Lawan Api, Personel Polsek Mamuju dan Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Sumare
Humanis, Polresta Mamuju Ajak Tahanan Nobar Final Piala Dunia Lewat Layar Laptop di Depan Ruang Tahanan
Satu Pelaku dan Motornya di Amankan, Saat Polresta Mamuju Bubarkan Aksi Balap Liar di Bundaran Pasar Baru
Polresta Mamuju Siaga Penuh, Amankan Bhayangkara Presisi Fest UMKM 2026
Membangun Generasi Hebat Dimulai dari Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Penuh Kasih Sayang
Keributan di Festival UMKM Berhasil Diredam, Polresta Mamuju Amankan Dua Terduga Pelaku
Polresta Mamuju Bongkar Dua Kasus Narkoba, Pasangan Calon Pengantin Pesta Sabu dan Pengedar Obat Berbahaya Ditangkap
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:51 WIB

Tak Berhenti di 250 Ton, Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polresta Mamuju Cetak Rekor Pengiriman Jagung ke Bulog

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:01 WIB

Bahu Membahu Lawan Api, Personel Polsek Mamuju dan Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Sumare

Senin, 20 Juli 2026 - 05:59 WIB

Humanis, Polresta Mamuju Ajak Tahanan Nobar Final Piala Dunia Lewat Layar Laptop di Depan Ruang Tahanan

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:02 WIB

Satu Pelaku dan Motornya di Amankan, Saat Polresta Mamuju Bubarkan Aksi Balap Liar di Bundaran Pasar Baru

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:07 WIB

Polresta Mamuju Siaga Penuh, Amankan Bhayangkara Presisi Fest UMKM 2026

Berita Terbaru