MAMUJU – Keberhasilan pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sejak 17 Mei hingga 30 Juni 2025 layak diapresiasi. Program ini bukan hanya menyentuh ribuan warga di enam kabupaten, tetapi juga menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit.
Iklan Bersponsor Google
Dari data yang dihimpun Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, partisipasi masyarakat mengalami lonjakan positif, terutama di Kabupaten Mamuju dan Polewali Mandar. Mamuju mencatat 6.099 pendaftar dengan kehadiran 5.358 orang, sedangkan Polewali Mandar menyusul dengan 5.493 pendaftar dan 4.982 kehadiran. Ini menandakan bahwa masyarakat mulai sadar bahwa menjaga kesehatan bukan hanya soal pengobatan, melainkan pencegahan dini.
Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, Asran Masdy, menyebut program ini sejalan dengan Misi Ketiga Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Salim S. Mengga, yakni membangun SDM unggul dan berkarakter. Pemeriksaan gratis ini bukan sekadar formalitas, melainkan strategi konkret untuk meningkatkan derajat kesehatan melalui pelayanan merata dan pola hidup sehat.
“PKG/CKG adalah momentum penting. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh partisipasi aktif masyarakat. Pemeriksaan ini bagian dari investasi jangka panjang untuk kualitas manusia Sulawesi Barat ke depan,” tegas Asran.
Dalam konteks pembangunan daerah, pendekatan preventif dan promotif seperti ini jauh lebih efisien dibanding kuratif. Biaya penyakit kronis bisa ditekan, produktivitas masyarakat meningkat, dan anggaran kesehatan bisa dialihkan untuk program-program edukatif dan penguatan layanan dasar.
Meski capaian awal cukup menggembirakan, tantangan tetap ada. Beberapa wilayah masih terkendala jaringan internet dan kurangnya edukasi. Dinas Kesehatan pun telah menyusun empat langkah strategis untuk optimalisasi tahap berikutnya: pendampingan aktif melalui kader, pengingat via WhatsApp, kampanye lintas sektor, dan monitoring progres harian.
Tak kalah penting, program PKG anak sekolah yang akan dilaksanakan pada Juli 2025 mendatang menjadi ujian lanjutan. Kesuksesannya sangat ditentukan oleh integrasi antarprogram dan kesiapan lintas sektor, khususnya sekolah dan orang tua.
Program ini sepatutnya dijadikan momentum emas oleh pemerintah daerah lainnya untuk meniru, memperluas, dan menyesuaikan strategi kesehatan masyarakat yang lebih proaktif. Jika tren ini terus dijaga, bukan mustahil Sulbar bisa menjadi salah satu provinsi percontohan dalam pembangunan kesehatan berbasis partisipasi masyarakat.
Iklan Google AdSense