Polewali Mandar – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Polewali Mandar bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Polewali Mandar menggelar rapat koordinasi pada Jumat, 3 Oktober 2025, di Kantor BNNK Polman. Pertemuan ini membahas penyusunan Tim Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta Rencana Aksi Daerah (RAD) P4GN.
Rapat yang mengusung tema “Penyusunan Tim Terpadu dan Rencana Aksi P4GN” tersebut dihadiri Kepala Kesbangpol Polman Hj. Asliah Rahim bersama jajaran, Kepala BNNK Polman Sabri Syam beserta tim, serta mahasiswa PPL dari STAIN Majene dan UI DDI AGH Abdurrahman Ambo Dalle.
Dalam sambutannya, Hj. Asliah Rahim mengapresiasi BNNK yang memfasilitasi kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa sesuai Permendagri Nomor 12 Tahun 2019, Kesbangpol memiliki mandat membentuk Tim Terpadu P4GN sekaligus menyusun RAD P4GN dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Kolaborasi ini penting agar pencegahan dan pemberantasan narkotika berjalan lebih terarah, efektif, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BNNK Polman Sabri Syam menekankan urgensi langkah bersama dalam mengimplementasikan Peraturan Daerah Kabupaten Polewali Mandar Nomor 3 Tahun 2024 tentang P4GN. Ia memaparkan sejumlah poin rencana aksi yang perlu segera ditindaklanjuti, di antaranya penyusunan Keputusan Bupati terkait pelaksanaan Perda, fasilitasi program pencegahan melalui integrasi kurikulum anti-narkoba, peningkatan partisipasi masyarakat, hingga sosialisasi Perda ke tingkat desa dan kelurahan.
Diskusi kemudian berlanjut pada pembahasan teknis struktur Tim Terpadu P4GN dan rancangan Rencana Aksi Daerah. Kepala Bidang Bina Ideologi, Wasbang, dan Ketahanan Ekososbud, Zabir, menyebut konsultasi dengan BNNK ini merupakan tindak lanjut nyata dari regulasi yang ada, sekaligus memperkuat upaya pemberantasan narkotika di Polewali Mandar.
Melalui sinergi Kesbangpol dan BNNK, diharapkan langkah-langkah strategis dalam pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi dapat berjalan menyeluruh dan berkesinambungan. Upaya ini menjadi pijakan penting dalam mewujudkan masyarakat Polewali Mandar yang sehat, produktif, dan bebas dari ancaman narkoba.










