POLEWALI — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Saiful Islam, Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, pada Minggu (5/10). Kegiatan ini dihadiri Camat Polewali Masrullah, S.STP., M.Adm.KP, Lurah Pekkabata Nurhayati, S.IP., M.Si, Kasi Kesos Hasnawiah, S.Sos, para kepala lingkungan, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Camat Masrullah menyampaikan terima kasih atas undangan warga sekaligus memperkenalkan diri sebagai pejabat baru. Momentum tersebut bertepatan dengan hari ke-30 masa jabatannya sebagai Camat Polewali. Dengan pengalaman 25 tahun sebagai ASN dan sering bertugas di wilayah pegunungan seperti Tutar, Luyo, dan Anreapi, ia mengaku masih beradaptasi dengan karakter masyarakat perkotaan Polewali.
“Polewali ini adalah wajah Kabupaten Polman. Kita bukan hanya pusat pemerintahan, tapi juga pusat ekonomi dan hiburan. Maka mari kita jaga bersama lingkungan dan citra daerah kita,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Masrullah juga menyampaikan kabar baik terkait pembatalan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Polewali Mandar. Berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/931/2025, kebijakan kenaikan nilai jual objek pajak yang sempat direncanakan kini resmi dicabut.
“Saat banyak daerah menaikkan PBB, Polewali Mandar justru menunjukkan kepedulian luar biasa. Ini bukti keberpihakan Bupati H. Samsul Mahmud kepada rakyat,” ujarnya.
Masrullah menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk konkret kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat kecil. Ia juga menyoroti pentingnya pendataan akurat agar warga miskin tidak lagi terbebani pajak. “Kalau masih ada warga miskin yang membayar pajak, berarti pendataan di lapangan belum maksimal atau mereka bukan benar-benar miskin,” jelasnya.
Selain soal pajak, Masrullah menyoroti dua isu strategis di Polewali: pendidikan dan stunting. Menurutnya, masih banyak anak putus sekolah karena keterbatasan ekonomi, rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan, dan pernikahan dini. Ia juga mengungkapkan bahwa Kecamatan Polewali menjadi penyumbang kedua tertinggi angka stunting di Sulawesi Barat, yang masih berada di peringkat lima besar terbawah secara nasional.
“Sampah dan stunting adalah dua prioritas utama pemerintah kecamatan. Kalau ingin wajah Polewali bersih dan generasi kita sehat, semua elemen harus bergerak,” ujarnya menekankan.
Kegiatan Maulid turut diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Warraqimi, imam rawatib Masjid Agung Syuhada Pekkabata, serta ceramah hikmah Maulid oleh H. Muhammad Ridwan Hilal, S.Ag., MM, yang mengajak jamaah meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Pembangunan Masjid Saiful Islam, Ir. Iqbal Nur, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembangunan masjid. “Dulu masjid ini hanya berdinding kayu. Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, kini menjadi tempat ibadah yang megah dan nyaman,” ucapnya haru.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Saiful Islam bukan hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga ruang dialog konstruktif antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Polewali yang bersih, religius, dan berdaya saing.










