POLMAN — Suasana depan Kantor Bupati Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Rabu (12/11), memanas namun tetap kondusif saat puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Kritis (KOMIK) menggelar aksi unjuk rasa menuntut penyelesaian konflik agraria di wilayah tersebut.
Aksi yang dikawal ketat oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama aparat Polres Polewali Mandar itu berjalan damai sejak pagi. Massa membawa spanduk dan poster bertuliskan seruan keadilan bagi rakyat kecil yang terdampak konflik lahan.
Dalam orasinya, para mahasiswa menegaskan tiga tuntutan utama:
Mendesak penyelesaian konflik agraria yang masih berlarut di Polewali Mandar.
Meminta Pemda dan BPN agar menegakkan kewajiban sesuai peraturan perundang-undangan.
Menolak segala bentuk perampasan ruang hidup rakyat.
Aksi tersebut menarik perhatian publik, namun tetap berlangsung tertib berkat pengamanan terpadu dari Satpol PP. Kepala Satpol PP Polman menegaskan bahwa pihaknya hadir bukan untuk menghalangi aksi, melainkan menjamin keamanan dan ketertiban umum.
Di tengah aksi, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Sos., M.M, turun langsung menemui massa untuk mendengarkan aspirasi mereka.
“Kami menyadari pentingnya penyelesaian konflik agraria ini secara bijaksana. Pendekatan kekeluargaan akan kami kedepankan, dan jika tidak ada kesepakatan, jalur hukum akan ditempuh. Semua aspirasi ini akan kami sampaikan kepada pimpinan daerah,” ujar H. Arifin Yambas.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mencari solusi adil melalui dialog dan musyawarah, agar konflik serupa tidak terus berulang di kemudian hari.
Aksi KOMIK ditutup dengan doa bersama dan seruan moral untuk pemerintah agar berpihak pada rakyat kecil. Hingga akhir kegiatan, situasi tetap aman, tanpa insiden berarti.
Satpol PP bersama jajaran aparat keamanan memastikan kebebasan berpendapat di muka umum tetap terlindungi, sekaligus menjaga kondusivitas wilayah Polewali Mandar.










