Hujan, Petir, dan Angin Kencang Mengintai Sulbar, BMKG Keluarkan Peringatan Serius

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Warga Sulawesi Barat diimbau meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tampa Padang merilis prakiraan cuaca esok hari, Minggu 4 Januari 2026, dengan potensi hujan disertai kilat, petir, angin kencang, hingga gelombang tinggi yang berpeluang melanda hampir seluruh wilayah Sulbar.

Dalam keterangan resmi Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah Sulawesi Barat, kondisi cuaca sejak pagi hingga dini hari diprediksi dinamis dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, baik di daratan maupun wilayah pesisir dan perairan.

Pada pagi hari, cuaca di wilayah Sulawesi Barat secara umum diprakirakan berpotensi hujan ringan. Meski intensitasnya relatif rendah, masyarakat diminta tetap berhati-hati, terutama pengguna jalan raya dan pelaku aktivitas luar ruangan.

Memasuki siang hingga sore hari, BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat dan petir di sejumlah wilayah Sulbar. Kondisi ini dinilai cukup berisiko, khususnya bagi aktivitas pertanian, konstruksi, serta mobilitas masyarakat di jalur rawan longsor dan genangan air.

Sementara itu, pada malam hari, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan, namun masih terdapat potensi hujan ringan di beberapa daerah, meliputi Kabupaten Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Tengah (Topoyo dan Budong-budong), Kabupaten Mamuju (Kalukku, Bonehau, dan Kalumpang), Kabupaten Mamasa (Tabulahan, Mamasa, dan Tabang), serta Kabupaten Majene dan Polewali Mandar.

Kondisi serupa diprediksi berlanjut hingga dini hari, dengan cuaca berawan dan potensi hujan ringan di wilayah Kepulauan Bala-balakang, Kalumpang, Bonehau, Tommo (Kabupaten Mamuju), Kabupaten Pasangkayu, Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju Tengah, serta sejumlah kecamatan di Polewali Mandar, seperti Tutar, Allu, Limboro, dan Tinambung.

BMKG juga mencatat suhu udara di Sulawesi Barat berada pada kisaran 16 hingga 31 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 65 hingga 90 persen. Sementara itu, arah angin dominan dari Barat Daya dengan kecepatan berkisar 2 hingga 47 kilometer per jam, yang berpotensi memicu angin kencang secara tiba-tiba, khususnya di wilayah pesisir.

Dalam peringatan dini, BMKG secara tegas mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi angin kencang di wilayah pesisir Kabupaten Mamuju, Pasangkayu, Mamuju Tengah, Polewali Mandar, dan Majene. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap aktivitas nelayan, transportasi laut, serta permukiman di kawasan pantai.

Tak hanya itu, BMKG juga mengingatkan adanya potensi tinggi gelombang laut mencapai 1,25 hingga 2,50 meter di Perairan Sulawesi Barat. Nelayan, operator kapal, dan pengguna transportasi laut diminta menunda pelayaran jika kondisi cuaca memburuk, serta selalu memantau informasi cuaca terbaru.

Selain angin dan gelombang, masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi hujan ringan hingga sedang yang disertai kilat dan petir di hampir seluruh wilayah Sulawesi Barat. Risiko pohon tumbang, sambaran petir, serta gangguan listrik menjadi ancaman yang perlu diantisipasi sejak dini.

BMKG menegaskan agar masyarakat tidak mengabaikan informasi cuaca resmi, serta selalu mengikuti pembaruan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG. Pemerintah daerah, aparat terkait, dan relawan kebencanaan juga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan guna meminimalisir dampak cuaca ekstrem.

Prakiraan cuaca ini dikeluarkan oleh Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Tampa Padang, dibuat pada Sabtu, 3 Januari 2026, pukul 16.10 WITA, sebagai bentuk peringatan dini dan langkah mitigasi risiko bagi masyarakat Sulawesi Barat.

Berita Terkait

Dr. Haedar Harun: KKSS Rumah Bersama di Tanah Rantau
Turnamen Song KKSS Sulbar Pererat Silaturahmi di HUT RI ke-81
Perkuat Konsolidasi dan Silaturahmi, BPW KKSS Sulbar Kunjungan Kerja ke BPD KKSS Polewali Mandar
Viral! Luarbiasa, Muhammad Ja’far Hasibuan Bedah Kisahnya Dari 70 Ribu Rupiah, Jadi Referensi Akademik Dunia
Imanuddin Tegaskan Eksekusi Beru Beru Bukan Kemenangan, Tapi Penegakan Hukum
Kasus Beru-beru, Imanuddin Tegas: Eksekusi Putusan Inkracht Tak Bisa Lagi Diperdebatkan
Imanuddin: Putusan Inkracht Wajib Dilaksanakan, Eksekusi Lahan Beru-Beru Sesuai Mekanisme Hukum
BADKO HMI Sulbar Apresiasi Sinergi Polri dan Mahasiswa, Tebar Al-Qur’an di Majene
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Dr. Haedar Harun: KKSS Rumah Bersama di Tanah Rantau

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Turnamen Song KKSS Sulbar Pererat Silaturahmi di HUT RI ke-81

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Perkuat Konsolidasi dan Silaturahmi, BPW KKSS Sulbar Kunjungan Kerja ke BPD KKSS Polewali Mandar

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Viral! Luarbiasa, Muhammad Ja’far Hasibuan Bedah Kisahnya Dari 70 Ribu Rupiah, Jadi Referensi Akademik Dunia

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:32 WIB

Imanuddin Tegaskan Eksekusi Beru Beru Bukan Kemenangan, Tapi Penegakan Hukum

Berita Terbaru

Advertorial

Sulbar Perkuat Jejaring Labkesmas Mamasa Lewat Program InPULS

Selasa, 8 Sep 2026 - 22:22 WIB