Sahabuddin, Prajurit TNI Penggerak Agrowisata Durian “Coppo Bulo” di Polewali Mandar

- Jurnalis

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-3248x1440-1-0-{}-0-24#

0-3248x1440-1-0-{}-0-24#

Polewali Mandar – Sosok Sahabuddin, seorang anggota TNI aktif, kini dikenal tak hanya sebagai prajurit, tetapi juga sebagai penggerak agrowisata durian di Desa Bulo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar.

Di sela-sela tugasnya sebagai prajurit, ia berusaha menyempatkan waktu luang di luar jam dinas untuk mengelola kebun durian miliknya yang diberi nama Coppo Bulo. Baginya, bertani adalah bagian dari pengabdian kepada masyarakat, sekaligus upaya membangun potensi desa.

Putra kelahiran Bulo itu melihat potensi durian di wilayahnya sangat menjanjikan dan diyakini mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Potensi durian di Bulo ini luar biasa. Di beberapa kebun kerabat saja, hasil panennya bisa mencapai ratusan juta rupiah setiap musim,” ujarnya.

Di kebun miliknya, jenis durian montong memang hanya beberapa pohon yang sudah produktif. Selebihnya, ia menanam berbagai jenis durian premium yang saat ini masih dalam masa pertumbuhan dan pembenahan perawatan.

Meski belum seluruh pohon berproduksi optimal, hasil panen montong yang ada sudah bisa dipasarkan. Sebagian bahkan dibagikan kepada kerabat dan pengunjung yang datang ke kebunnya.
Konsep Agrowisata Masih Tahap Pembenahan

Coppo Bulo dirancang tidak hanya sebagai kebun produksi, tetapi juga sebagai agrowisata berbasis alam. Namun demikian, Sahabuddin mengakui bahwa fasilitas wisata saat ini masih dalam tahap pembenahan.

Beberapa saung dan titik lokasi untuk camping mulai disiapkan secara bertahap. Ke depan juga direncanakan kolam pemancingan untuk menambah daya tarik pengunjung yang hobi memancing.

“Fasilitas masih terus kami benahi. Pelan-pelan, yang penting kualitas kebun dan kenyamanan pengunjung tetap menjadi prioritas,” jelasnya.

Lokasi kebun yang berada di poros tengah dan dapat dijangkau kendaraan roda dua maupun roda empat menjadi nilai tambah dalam pengembangan agrowisata tersebut.
Fokus Perawatan dan Kualitas Buah
Sahabuddin menegaskan bahwa pembenahan utama saat ini tetap pada perawatan tanaman agar pohon yang memasuki usia produktif mampu menghasilkan buah berkualitas.

Ia menggandeng rekannya, Zaenal, yang cukup dikenal di kalangan petani durian untuk memberikan masukan terkait teknik perawatan dan manajemen nutrisi tanaman.

“Sengaja kami ajak Pak Zaenal untuk memberikan masukan tentang perawatan durian, termasuk pemberian nutrisi yang tepat agar hasilnya maksimal,” ungkapnya.

Zaenal menilai lokasi Coppo Bulo memiliki potensi besar sebagai agrowisata karena berada di ketinggian dan mudah diakses. Namun ia menekankan pentingnya pembenahan media tanam, pemupukan berimbang, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman (OPT).

Harapannya, musim buah berikutnya pohon-pohon yang ada sudah siap dibuahkan secara optimal dan mampu menghasilkan buah dengan kualitas grade super.

Dengan pembenahan yang terus dilakukan, Coppo Bulo diharapkan menjadi ikon agrowisata durian di Kecamatan Bulo dan memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. (Zik)

Berita Terkait

Kecelakaan Kerja Maut di Polman, Petani 39 Tahun Meninggal Saat Bantu Tebang Pohon
Muh. Alfian Terpilih Pimpin Kadin Pasangkayu, Siap Dorong Kemajuan Dunia Usaha
Cium Bau Menyengat, Warga Campalagian Temukan Petani 75 Tahun Meninggal
AZKO, Chatime dan Cupbop Hadir Perdana di Mamuju, Bawa Konsep Belanja dan Kuliner Kekinian
Tragis! Anak 5 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Irigasi Mapilli Barat
Kebakaran 1 Hektare Lahan di Polman, Satgas Karhutla dan Warga Berjibaku Padamkan Api
Kebakaran Lahan di Beroangin, Damkar dan Satgas Karhutla Terkendala Medan
Enam Karung Kakao Hilang, URC dan Sat Intelkam Polres Polman Olah TKP di Kuajang
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Kecelakaan Kerja Maut di Polman, Petani 39 Tahun Meninggal Saat Bantu Tebang Pohon

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Muh. Alfian Terpilih Pimpin Kadin Pasangkayu, Siap Dorong Kemajuan Dunia Usaha

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Cium Bau Menyengat, Warga Campalagian Temukan Petani 75 Tahun Meninggal

Senin, 28 September 2026 - 09:25 WIB

AZKO, Chatime dan Cupbop Hadir Perdana di Mamuju, Bawa Konsep Belanja dan Kuliner Kekinian

Senin, 14 September 2026 - 20:02 WIB

Tragis! Anak 5 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Irigasi Mapilli Barat

Berita Terbaru