Kesbangpol Sulbar Kolaborasi dengan Densus 88 dan Pemuda Lintas Agama Sosialisasikan Bahaya Radikalisme Lewat Desain Komunikasi Visual

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat berkolaborasi dengan Satgaswil Densus 88 Antiteror Sulawesi Barat serta Pemuda Lintas Agama Provinsi Sulawesi Barat dalam upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dengan memanfaatkan desain komunikasi visual berupa spanduk, poster, dan materi kampanye yang dipasang di sejumlah titik strategis, Kamis 5 Maret 2026.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi penyebaran paham yang dapat mengancam persatuan dan stabilitas keamanan di daerah.

Melalui media visual tersebut, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai dampak negatif dari berbagai paham yang berpotensi merusak tatanan kehidupan bermasyarakat.

Dalam materi sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa intoleransi dapat merusak kerukunan, memicu perpecahan, dan mengancam persatuan. Sementara radikalisme dapat memecah persatuan, menyebarkan kebencian, serta memicu terjadinya kekerasan di tengah masyarakat.

Selain itu, ekstremisme disebut dapat memicu konflik, merusak persatuan, serta mengancam kedamaian masyarakat. Adapun terorisme dinilai sebagai tindakan yang menimbulkan ketakutan, merusak persatuan, dan mengancam keselamatan masyarakat.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Barat Darwis Damir menyampaikan bahwa upaya pencegahan terhadap paham radikal membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan generasi muda.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperkuat kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menolak paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme demi menjaga stabilitas dan kedamaian di Sulawesi Barat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sosialisasi dan kolaborasi tersebut juga sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, serta merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kesbangpol dalam melakukan upaya cegah dini serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan keagamaan di daerah.

Ia menambahkan, pemanfaatan desain komunikasi visual dinilai efektif sebagai sarana edukasi publik karena pesan yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Keterlibatan Pemuda Lintas Agama Provinsi Sulawesi Barat juga menjadi bagian penting dalam memperkuat semangat toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk. Para pemuda dari berbagai latar belakang agama turut berperan aktif menyampaikan pesan perdamaian serta mengajak masyarakat menjaga kerukunan antarumat beragama.

Sementara itu, pihak Satgaswil Densus 88 Antiteror Sulawesi Barat menekankan pentingnya edukasi dan literasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Pencegahan menjadi kunci utama. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengenali dan menolak berbagai bentuk penyebaran paham radikal,” jelasnya.

Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka untuk membangun kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta pemuda lintas agama, demi terciptanya sinergi yang kuat dalam menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan daerah yang aman dan harmonis.

Kampanye ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam menjaga persatuan dengan pesan utama:
“Bersama Kita Tolak Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme Demi Sulawesi Barat yang Damai.

Berita Terkait

Sulbar Jajaki Kerja Sama dengan Amerika Serikat, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas
Sekda Sulbar Junda Maulana Luncurkan SI-EVAL KINANTI, Evaluasi Kinerja Pemerintah Kini Digital
DKP Sulbar Matangkan APBD 2027, Target PAD Rp670 Juta dan Efisiensi Anggaran Jadi Fokus
Gubernur Sulbar Kukuhkan Pengurus FKUB 2026–2031, Kerukunan Umat Beragama Jadi Prioritas
BPBD Sulbar Salurkan 6.000 Liter Air Bersih di Mamuju, Warga Terdampak Kekeringan Dibantu
Pastipadu Sulbar Dievaluasi! Stunting dan Kemiskinan Turun, Perkawinan Anak Justru Naik
Gubernur Sulbar Suhardi Duka Ajak Pejabat Perdalam Ilmu Agama, Buya Arrazy Hasyim Hadir Beri Tausiah
SDK Desak Bupati se-Sulbar Usulkan Desa Tanpa Listrik, Tenaga Surya Jadi Solusi!
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sulbar Jajaki Kerja Sama dengan Amerika Serikat, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Sekda Sulbar Junda Maulana Luncurkan SI-EVAL KINANTI, Evaluasi Kinerja Pemerintah Kini Digital

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:13 WIB

DKP Sulbar Matangkan APBD 2027, Target PAD Rp670 Juta dan Efisiensi Anggaran Jadi Fokus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Gubernur Sulbar Kukuhkan Pengurus FKUB 2026–2031, Kerukunan Umat Beragama Jadi Prioritas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:19 WIB

BPBD Sulbar Salurkan 6.000 Liter Air Bersih di Mamuju, Warga Terdampak Kekeringan Dibantu

Berita Terbaru