Meski Dilarang, Dugaan Sabung Ayam di Polewali Mandar Masih Berlangsung

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polewali Mandar – Dugaan praktik sabung ayam yang mengarah pada perjudian di Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, disebut masih berlangsung meski telah ada imbauan larangan dari aparat dan pemerintah desa.

Informasi tersebut turut diperkuat dengan beredarnya potongan video di tengah masyarakat yang memperlihatkan aktivitas sabung ayam yang diduga terjadi di wilayah tersebut.

Aktivitas tersebut diduga dilakukan secara berpindah-pindah lokasi untuk menghindari pantauan petugas.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kegiatan itu kerap berlangsung di Dusun Tappang dan bahkan tetap berjalan saat momen Hari Raya Idul Fitri. Senin (6/4/2026).

“Sering dilakukan di Dusun Tappang. Bahkan saat lebaran juga tetap ada,” ujarnya.

Menurutnya, peserta sabung ayam tidak hanya berasal dari warga setempat, tetapi juga dari luar desa. Sementara arena disebut dibuka oleh warga lokal.

“Pesertanya ada dari luar, tapi yang buka arena orang sini,” katanya.

Sementara Kepala Desa Kunyi, Anri, berharap aparat penegak hukum dapat segera mengambil langkah jika aktivitas tersebut terbukti terjadi.

“Kami berharap ada perhatian dari aparat berwenang untuk menghentikan kegiatan itu jika memang terjadi di wilayah kami,” ujar Anri saat dikonfirmasi.

Ia juga meminta Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk turun langsung melakukan pengawasan agar kegiatan tersebut tidak terus berlangsung.

Sementara itu, Babinsa Desa Kunyi, Koptu Firdaus, membenarkan adanya informasi terkait aktivitas tersebut. Namun, menurutnya, para pelaku diduga telah mengantisipasi kehadiran aparat.

“Informasinya ada, tapi mereka sudah pasang jaringan pemantau. Jadi kalau aparat masuk, mereka cepat bubar,” ujarnya.

Ia menyebut, arena sabung ayam tidak menetap dan kerap berpindah lokasi, sehingga sulit dideteksi.

“Arenanya berpindah-pindah. Begitu aparat masuk, biasanya sudah tidak ada kegiatan,” katanya.

Selain itu, kondisi geografis desa yang berada di wilayah cukup ke dalam juga menjadi kendala dalam melakukan pengawasan langsung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan tersebut disebut berlangsung rutin dalam sepekan, meski belum ada konfirmasi resmi terkait frekuensinya.

Masyarakat berharap adanya penertiban dan pengawasan lebih intensif guna mencegah praktik yang berpotensi melanggar hukum tersebut terus berlanjut. (Zik)

Berita Terkait

Ditlantas Polda Sulbar Kembali Bagikan Sayur Segar Gratis untuk Pengendara Tertib
Wakapolresta Hadiri Rapat Pembentukan Kota Mamuju
Mayat Pria Ditemukan di Wisma Sumber Baru Mamuju, Polisi Lakukan Penyelidikan
Bakti Kesehatan Polda Sulbar, Anak Pra Sekolah Dapat Cek Kesehatan Gratis
Polresta Mamuju Kawal 526 Jemaah Haji, Keselamatan Jadi Prioritas
Bhabinkamtibmas Polsek Mamuju Mediasi Sengketa Pegadaian dan Nasabah, Berakhir Damai
Urai Kemacetan, Ditlantas Polda Sulbar Berikan Pelayanan Terbaik di Tiga Titik Padat Kendaraan
IJS DPW Polewali Mandar Resmi Serahkan Surat Permohonan Penerbitan SKK
Berita ini 268 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:14 WIB

Ditlantas Polda Sulbar Kembali Bagikan Sayur Segar Gratis untuk Pengendara Tertib

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:16 WIB

Wakapolresta Hadiri Rapat Pembentukan Kota Mamuju

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:54 WIB

Mayat Pria Ditemukan di Wisma Sumber Baru Mamuju, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:55 WIB

Bakti Kesehatan Polda Sulbar, Anak Pra Sekolah Dapat Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:52 WIB

Polresta Mamuju Kawal 526 Jemaah Haji, Keselamatan Jadi Prioritas

Berita Terbaru

Regional

SMSI dan MA Kerja Sama Cetak Mediator Bersertifikat

Rabu, 17 Jun 2026 - 23:22 WIB

Hallo Polisi

Wakapolresta Hadiri Rapat Pembentukan Kota Mamuju

Rabu, 17 Jun 2026 - 19:16 WIB