Medivac ABK di Perairan Mamuju, Tim SAR Evakuasi dari Kapal Asing

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Operasi evakuasi medis (medivac) dilakukan Tim SAR Gabungan terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang mengalami kondisi darurat di perairan Mamuju, Rabu (22/4/2026). Korban diketahui bernama Muhammad Yanto (58), yang bekerja di kapal asing MV Ocean Galaxy.

Informasi yang dihimpun, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Mamuju menerima laporan sekitar pukul 12.16 WITA dari pihak kapal. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa korban diduga mengalami serangan jantung saat kapal berlayar dari Australia menuju China, sehingga membutuhkan penanganan medis segera.

Merespons laporan itu, Tim Rescue KPP Mamuju langsung bergerak cepat dengan melakukan koordinasi lintas instansi. Sejumlah pihak dilibatkan dalam operasi ini, di antaranya Syahbandar, Balai Besar Kesehatan Pelabuhan, Kantor Imigrasi, hingga Lanal Mamuju, guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar.

Sekitar pukul 17.23 WITA, KN SAR Parikesit berhasil melakukan manuver sandar di lambung kiri MV Ocean Galaxy. Proses evakuasi kemudian dilakukan dan pada pukul 17.47 WITA korban berhasil dipindahkan ke KN SAR Parikesit. Saat dievakuasi, kondisi korban sudah tidak stabil, mengalami sesak napas, serta kelelahan akibat belum makan dan beristirahat sejak malam sebelumnya.

Tim medis yang berada di kapal SAR segera memberikan penanganan awal berupa pemberian oksigen. Namun, kondisi korban terus memburuk. Pada pukul 18.17 WITA, korban mulai muntah, kehilangan kontrol buang air kecil, dan tidak sadarkan diri. Tim pun langsung melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) sebagai upaya penyelamatan.

Meski upaya maksimal telah dilakukan, kondisi korban tidak kunjung membaik. Pada pukul 19.14 WITA, tim medis menyatakan korban tidak lagi menunjukkan tanda-tanda vital, sehingga tindakan RJP dihentikan.

KN SAR Parikesit selanjutnya sandar di Lanal Mamuju pada pukul 20.06 WITA. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Mamuju dan tiba sekitar pukul 20.15 WITA untuk penanganan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam penanganan darurat medis di laut, terutama bagi kapal-kapal yang melintasi perairan Indonesia. Tim SAR pun menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan cepat dan profesional dalam setiap operasi kemanusiaan.

Berita Terkait

BADKO HMI Sulbar Apresiasi Sinergi Polri dan Mahasiswa, Tebar Al-Qur’an di Majene
Orang Tua Bripda Azril Pastikan Kasus dengan Kapolres Pasangkayu Berakhir Damai
Humanis, Kapolres Pasangkayu dan Bripda Azril Selesaikan Perselisihan Lewat Musyawarah
Ribuan Warga Padati Stadion Manakarra, Charly Van Houten Sukses Meriahkan Gebyar Hari Bhayangkara ke-80 Polda Sulbar
Xenia Terjun ke Parit Depan PKM Tarailu, Diduga Sopir Mengantuk
Penjual Es Kuwut, Putra Anggota Polda Sulbar Lolos Seleksi Akpol ke Semarang
Lapas Polewali: Warga Binaan Akui Rekayasa Dugaan Pemukulan Supaya Bisa Pindah Ke Lapas Lain
LOHPU Ingatkan Ancaman Krisis Fiskal Daerah
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:47 WIB

BADKO HMI Sulbar Apresiasi Sinergi Polri dan Mahasiswa, Tebar Al-Qur’an di Majene

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:50 WIB

Orang Tua Bripda Azril Pastikan Kasus dengan Kapolres Pasangkayu Berakhir Damai

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:44 WIB

Humanis, Kapolres Pasangkayu dan Bripda Azril Selesaikan Perselisihan Lewat Musyawarah

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:32 WIB

Ribuan Warga Padati Stadion Manakarra, Charly Van Houten Sukses Meriahkan Gebyar Hari Bhayangkara ke-80 Polda Sulbar

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:12 WIB

Xenia Terjun ke Parit Depan PKM Tarailu, Diduga Sopir Mengantuk

Berita Terbaru