MAMUJU — Perjalanan hidup penuh lika-liku dialami seorang pria asal Sulawesi Barat, Imanuddin, SH. Dulu dikenal sebagai “kuli tinta” atau pekerja di dunia tulis-menulis, kini ia menjelma menjadi seorang pengacara yang mulai diperhitungkan dan dikenal luas oleh masyarakat.
Imanuddin bukanlah sosok yang instan dalam meraih kesuksesan. Ia memulai karier dari bawah, bergelut dengan dunia penulisan yang penuh tantangan dan keterbatasan. Namun, tekad kuat serta keinginannya untuk berkembang mendorongnya mengambil langkah besar dalam hidup, hingga akhirnya menekuni dunia hukum.
Kini, sebagai seorang advokat, Imanuddin dikenal dengan gaya penampilannya yang khas dan berani. Ia kerap tampil nyentrik dan percaya diri, sehingga membuatnya mendapat julukan “Hotman-nya Sulbar”, merujuk pada gaya flamboyan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.
Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Selain penampilan, Imanuddin juga dikenal vokal dalam menangani berbagai kasus hukum serta aktif membela kepentingan masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum. Ia sering terlibat dalam berbagai persoalan hukum di daerah, mulai dari sengketa hingga pendampingan masyarakat kecil.
“Perjalanan ini tidak mudah, saya pernah berada di titik terendah. Tapi saya percaya, selama kita mau belajar dan berusaha, pasti ada jalan,” ungkap Imanuddin saat ditemui.
Transformasi dari kuli tinta menjadi pengacara menjadi bukti bahwa kerja keras dan konsistensi mampu mengubah nasib seseorang. Ia juga berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Sulawesi Barat agar tidak takut bermimpi besar.
Dengan karakter kuat, gaya khas, serta dedikasi di dunia hukum, Imanuddin kini perlahan menapaki jalannya sebagai salah satu pengacara yang diperhitungkan di Sulbar. Julukan “Hotman Sulbar” pun semakin melekat, menjadi simbol perubahan dan keberanian dalam mengejar kesuksesan.










