Gubernur Sulbar Lepas 27 Petugas Haji 2026, Tekankan Pelayanan Humanis dan Jaga Nama Bangsa

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, secara resmi melepas Petugas Pendamping Ibadah Haji (PPIH) Tahun 2026 Provinsi Sulawesi Barat di Ruang Rapat Oval Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Jumat (24/4/2026).

Sebanyak 27 petugas diberangkatkan untuk mendampingi sekitar 1.400 jemaah haji asal Sulbar yang tersebar di enam kabupaten. Para petugas terdiri dari berbagai unsur, mulai dari pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, dokter, hingga Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) sebagai representasi pemerintah.

Dalam arahannya, Suhardi Duka menegaskan bahwa para petugas tidak hanya menjalankan tugas teknis, tetapi juga membawa nama baik daerah dan bangsa di Tanah Suci.

“Kita ke sana bukan hanya sebagai tamu Allah, tapi juga membawa identitas daerah dan bangsa. Jemaah haji Indonesia dikenal tertib, dan itu harus kita jaga,” tegasnya.

Ia mengingatkan, Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia akan selalu menjadi sorotan di berbagai titik ibadah, baik di Makkah maupun Madinah.

Menurutnya, peran petugas sangat krusial dalam memastikan pelayanan berjalan optimal, terutama di tengah kondisi ibadah yang penuh tantangan fisik dan emosional.

“Sebagai petugas, ada dua misi. Pertama, melayani jemaah dengan baik. Jangan sampai petugas emosional, karena kalau petugas emosional, jemaah juga bisa ikut terbawa. Padahal di Tanah Suci, ujian itu berat dan hal kecil saja bisa memicu,” ujarnya.

Selain fokus pada pelayanan, para petugas juga diingatkan untuk tetap menjaga kualitas ibadah agar dapat meraih haji yang mabrur.

“Di satu sisi kita bertugas, tapi di sisi lain kita juga ingin meraih haji yang mabrur. Jadi keduanya harus berjalan seimbang,” tambahnya.

Gubernur juga membagikan pengalaman spiritual yang kerap dialami jemaah selama berada di Tanah Suci, di mana kejadian di luar nalar bisa terjadi.

“Kadang jalannya lurus, tapi bisa tersesat. Itu menunjukkan bahwa antara akal dan iman harus berjalan seimbang. Kalau merasa ada yang janggal, perbanyak istigfar dan introspeksi diri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak para petugas untuk menjaga sikap dan meningkatkan kepedulian sosial, termasuk melalui tindakan sederhana seperti bersedekah kepada sesama jemaah.

“Sedekah di Tanah Suci itu sangat membekas. Hal kecil seperti membantu sesama bisa menjadi kenangan seumur hidup,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Suhardi Duka juga menyinggung kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan ibadah haji, termasuk pengurangan kegiatan seremonial yang dinilai dapat membebani jemaah.

“Sekarang diarahkan agar tidak terlalu banyak seremonial. Jangan sampai justru membebani jemaah. Yang penting mereka bisa berangkat dengan nyaman,” jelasnya.

Menutup arahannya, ia berharap para petugas dan jemaah turut memanjatkan doa untuk kemajuan daerah dan bangsa di tempat-tempat mustajab.

“Doakan diri sendiri dan keluarga, tapi jangan lupa juga doakan daerah, pemerintah, dan bangsa kita,” pesannya.

Ke depan, Pemprov Sulbar juga membuka peluang inovasi dalam proses keberangkatan jemaah, termasuk rencana penggunaan penerbangan langsung dari Bandara Tampa Padang guna meringankan beban perjalanan, khususnya bagi jemaah lanjut usia.

“Ke depan kita desain agar bisa berangkat langsung dari sini. Perjalanan darat ke Makassar cukup berat, apalagi bagi jemaah lansia,” pungkasnya.

Berita Terkait

Sulbar Jajaki Kerja Sama dengan Amerika Serikat, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas
Sekda Sulbar Junda Maulana Luncurkan SI-EVAL KINANTI, Evaluasi Kinerja Pemerintah Kini Digital
DKP Sulbar Matangkan APBD 2027, Target PAD Rp670 Juta dan Efisiensi Anggaran Jadi Fokus
Gubernur Sulbar Kukuhkan Pengurus FKUB 2026–2031, Kerukunan Umat Beragama Jadi Prioritas
BPBD Sulbar Salurkan 6.000 Liter Air Bersih di Mamuju, Warga Terdampak Kekeringan Dibantu
Pastipadu Sulbar Dievaluasi! Stunting dan Kemiskinan Turun, Perkawinan Anak Justru Naik
Gubernur Sulbar Suhardi Duka Ajak Pejabat Perdalam Ilmu Agama, Buya Arrazy Hasyim Hadir Beri Tausiah
SDK Desak Bupati se-Sulbar Usulkan Desa Tanpa Listrik, Tenaga Surya Jadi Solusi!
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sulbar Jajaki Kerja Sama dengan Amerika Serikat, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Sekda Sulbar Junda Maulana Luncurkan SI-EVAL KINANTI, Evaluasi Kinerja Pemerintah Kini Digital

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:13 WIB

DKP Sulbar Matangkan APBD 2027, Target PAD Rp670 Juta dan Efisiensi Anggaran Jadi Fokus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Gubernur Sulbar Kukuhkan Pengurus FKUB 2026–2031, Kerukunan Umat Beragama Jadi Prioritas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:19 WIB

BPBD Sulbar Salurkan 6.000 Liter Air Bersih di Mamuju, Warga Terdampak Kekeringan Dibantu

Berita Terbaru