Aktivis Desak Kajati Baru Sulbar Tuntaskan Mega Korupsi DPRD Polman

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Sejumlah aktivis anti-korupsi di Sulawesi Barat mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulbar yang baru dilantik untuk segera menuntaskan dugaan skandal “mega korupsi” di lingkungan DPRD Polewali Mandar (Polman) yang disebut terjadi sejak tahun anggaran 2020 hingga 2024.

Kasus tersebut menjadi perhatian publik karena diduga melibatkan penyimpangan anggaran pada pos belanja Tunjangan Komunikasi Intensif (TKI), Dana Operasional Pimpinan (DO), serta belanja barang dan jasa dengan nilai kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp10 miliar.

Ketua LKPA, Zubair menegaskan, pergantian pimpinan di tubuh Kejati Sulbar harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan serius dalam penegakan hukum, bukan sekadar seremoni pergantian jabatan.

“Kami menaruh harapan besar sekaligus peringatan kepada Kajati Sulbar yang baru. Kasus dugaan korupsi belanja tunjangan, dana operasional pimpinan serta barang dan jasa di DPRD Polman ini sudah menjadi konsumsi publik sejak tahun 2020. Jangan sampai kasus ini mengendap atau dipetieskan,” tegas Zubair dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, masyarakat kini menunggu langkah konkret Kejati Sulbar untuk meningkatkan status penanganan perkara hingga menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam dugaan penyimpangan tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun aktivis, terdapat indikasi ketidaksesuaian realisasi anggaran TKI dan DO dengan kemampuan keuangan daerah. Selain itu, belanja barang dan jasa juga diduga mengalami kemahalan harga dan tidak sesuai dengan peruntukan sebenarnya.

Para aktivis anti-korupsi berjanji akan terus mengawal proses penanganan kasus tersebut melalui aksi penyampaian aspirasi maupun pemantauan langsung terhadap proses hukum yang berjalan.

“Integritas Kajati baru diuji di sini. Jika kasus dugaan korupsi yang terstruktur, sistematis dan masif di DPRD Polman ini bisa dituntaskan, maka kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Sulbar akan kembali pulih,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap laporan masyarakat dan memastikan seluruh proses penanganan perkara berjalan sesuai prosedur hukum tanpa pandang bulu.

Berita Terkait

Lansia Tewas dalam Kebakaran Rumah di Tapango, Kerugian Capai Rp50 Juta
Babinsa Bergerak Cepat Bantu Penanganan Korban Kebakaran di Tapango Barat
BRI Polewali Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila, Teguhkan Semangat Kebangsaan
Jelang Pelantikan IJS Polman, Ketua IJS Sulbar Kunjungi Sekertariat Pastikan Seluruh Persiapan Matang
Jemput Ribuan Butir Ekstasi di Polman, Warga Sidrap Diciduk Tim Gabungan BNN Sulbar dan BNNK Polman
BRI Polewali Salurkan Daging Kurban kepada Masyarakat pada Idul Adha 1447 Hijriah
CV Mario Mandiri Perkasa Hadirkan Laboratorium Seed Processing Kakao di Sulbar
Pemkab Polman Gandeng TNI-Polri dan Bulog Gelar Pasar Murah pada Hari Buruh
Berita ini 135 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:09 WIB

Lansia Tewas dalam Kebakaran Rumah di Tapango, Kerugian Capai Rp50 Juta

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:15 WIB

Babinsa Bergerak Cepat Bantu Penanganan Korban Kebakaran di Tapango Barat

Senin, 1 Juni 2026 - 09:23 WIB

BRI Polewali Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila, Teguhkan Semangat Kebangsaan

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:20 WIB

Jelang Pelantikan IJS Polman, Ketua IJS Sulbar Kunjungi Sekertariat Pastikan Seluruh Persiapan Matang

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:28 WIB

Jemput Ribuan Butir Ekstasi di Polman, Warga Sidrap Diciduk Tim Gabungan BNN Sulbar dan BNNK Polman

Berita Terbaru

Advertorial

Survei Terravox: Kepuasan Publik terhadap SDK Tembus 81,5 Persen

Kamis, 4 Jun 2026 - 15:11 WIB