MAMUJU – Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Provinsi Sulawesi Barat siap menggelar agenda konstitusi strategis, Musyawarah Kerja Wilayah (MUKERWIL) I Tahun 2026, pada Sabtu (13/6) besok. Memasuki H-1 pelaksanaan, seluruh infrastruktur acara, administrasi kesekretariatan, hingga kesiapan teknis persidangan dinyatakan telah rampung 90 persen.
Ketua Panitia Pelaksana MUKERWIL I BPW KKSS Sulbar, H. Eman Sulaiman, S.E., M.M., C.MTr., C.IBST., menegaskan bahwa momentum ini akan menjadi batu loncatan penting bagi eksistensi warga perantau Sulawesi Selatan dalam berkontribusi nyata membangun peradaban ekonomi, sosial, dan budaya di tanah perantauan Sulawesi Barat.
“Hari ini, tepat H-1 menjelang pembukaan, kami dari jajaran kepanitiaan menyatakan siap total untuk melaksanakan Mukerwil I. Seluruh rangkaian proses persiapan, mulai dari konsolidasi fungsionaris, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga koordinasi draf usulan program kerja bersama Ketua BPW KKSS Sulbar telah kami selesaikan dengan prinsip gotong royong,” ujar H. Eman Sulaiman saat memberikan keterangan resmi di Mamuju, Jumat (12/6).
Mukerwil I yang dijadwalkan dibuka secara resmi pada pukul 09.00 WITA di Taman Karema, Kota Mamuju ini mengusung tema, “Sinergi Warga KKSS Menuju Sulawesi Barat yang Maju dan Sejahtera”. Tema ini dinilai sangat relevan dengan komitmen sosiologis warga KKSS untuk senantiasa selaras dengan falsafah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.
H. Eman Sulaiman menjelaskan, forum musyawarah kerja ini nantinya akan membagi dinamika persidangan ke dalam 3 Komisi Pokok. Pembagian komisi tersebut sengaja dirancang secara taktis untuk menggodok, menguji, dan merumuskan draf cetak biru (blueprint) program kerja strategis dari total 16 Departemen dan 2 Satuan Tugas (Satgas) internal organisasi agar berjalan rasional, aplikatif, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
“Kita ingin melahirkan program yang tidak muluk-muluk, tetapi menyentuh fondasi utama organisasi, mulai dari penguatan klaster data warga, digitalisasi, hingga program aksi sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, kedaulatan sidang substansial nantinya akan dikawal langsung oleh Presidium atau Pimpinan Sidang Pleno terpilih yang merepresentasikan keterwakilan pilar-pilar kebersamaan kita,” tambah pria yang akrab disapa bang Pa’e tersebut.
Acara pembukaan besok dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Ketua BPW KKSS Sulawesi Barat, DR. Haedar Harun, S.Pd.I., M.Pd., beserta jajaran Dewan Penyantun, Dewan Penasihat, Dewan Pakar, Pengurus Harian, para Ketua BPD KKSS Kabupaten se-Sulbar, serta unsur badan otonom dan organisasi pilar kepemudaan.
Pihak panitia juga mengimbau kepada seluruh fungsionaris pengurus dan peserta penuh yang hadir esok hari untuk mematuhi ketentuan pakaian (dresscode) resmi kegiatan, yakni bernuansa warna merah atau hitam, ataupun diperkenankan menggunakan kaos resmi KKSS cetakan edisi pertama sebagai simbol persatuan dan keseragaman semangat organisasi.
“Kami mengetuk kesadaran kolektif seluruh warga dan pengurus KKSS di Sulawesi Barat untuk hadir tepat waktu, serta menyukseskan agenda besar ini dengan kesejukan dan kedewasaan berorganisasi demi mewujudkan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera,” pungkas H. Eman Sulaiman.










