MAMUJU – Pemerintah Kabupaten Mamuju resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Program Desa CANTIK (Desa Cinta Statistik) dalam sebuah kegiatan yang digelar di Aula Lantai III Kantor Bupati Mamuju, Senin (15/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi pembangunan daerah berbasis data yang akurat, valid, dan terpercaya.
Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran penting dalam memotret kondisi riil perekonomian daerah. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi pijakan utama dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan, mulai dari perencanaan program, pelaksanaan, hingga evaluasi dan pengendalian pembangunan ekonomi daerah.
Menurutnya, sensus tersebut akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi Kabupaten Mamuju, karakteristik pelaku usaha, perkembangan ekonomi digital, hingga berbagai isu lingkungan yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Sensus Ekonomi akan memberikan gambaran mengenai struktur ekonomi daerah, karakteristik pelaku usaha, termasuk perkembangan ekonomi digital dan isu lingkungan,” ujar Sutinah saat menyampaikan sambutannya.
Ia menambahkan, keberadaan data yang akurat sangat dibutuhkan pemerintah daerah untuk mengukur daya saing usaha lokal, termasuk kontribusi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang saat ini tercatat mencapai 5.339 unit usaha di Kabupaten Mamuju.
Bupati menekankan bahwa seluruh kebijakan pemerintah harus lahir dari data yang valid agar intervensi anggaran maupun program pembinaan ekonomi dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Kita ingin seluruh kebijakan yang lahir berbasis data. Dengan data yang valid, intervensi anggaran dan program pembinaan ekonomi akan lebih efektif dan tepat sasaran,” tegasnya.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik dengan melibatkan 250 petugas lapangan yang akan melakukan pendataan selama kurang lebih dua setengah bulan di seluruh wilayah Kabupaten Mamuju. Untuk menjamin keamanan dan kepercayaan masyarakat, setiap petugas dibekali atribut resmi berupa rompi dan kartu identitas yang dapat diverifikasi melalui barcode.
Sutinah mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan menerima petugas yang datang serta memberikan informasi yang jujur dan akurat.
“BPS adalah lembaga yang independen dan terpercaya. Karena itu saya mengajak masyarakat untuk menerima petugas dengan baik dan memberikan jawaban yang akurat,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Pemkab Mamuju bersama BPS juga mencanangkan Program Desa CANTIK (Desa Cinta Statistik) di tiga desa percontohan, yakni Desa Beru-Beru, Desa Kabuloang, dan Desa Belang-Belang. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemerintah desa dalam mengelola, memanfaatkan, dan menyajikan data sebagai dasar perencanaan pembangunan di tingkat desa.
Ke depan, Pemkab Mamuju menargetkan jumlah desa peserta Program Desa CANTIK terus bertambah menjadi lima hingga sepuluh desa melalui kolaborasi pendanaan antara pemerintah desa dan BPS.
Kegiatan pencanangan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, unsur Forkopimda, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Barat, Suri Handayani, Kepala BPS Kabupaten Mamuju, Sundari Budiani, para kepala perangkat daerah, Plt Camat Kalukku Hj. Rahmawaty, serta para kepala desa dari desa percontohan Program Desa CANTIK.
Melalui pencanangan ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju berharap kualitas data statistik daerah semakin meningkat sehingga mampu menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.










