MAMUJU TENGAH – Mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan ekstrem dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Polres Mamuju Tengah melakukan pengecekan kesiapsiagaan Satgas Tanggap Bencana El Nino 2026, Jumat (14/8/2026).
Pengecekan tersebut menjadi langkah strategis kepolisian untuk memastikan personel dan seluruh unsur pendukung siap bergerak cepat menghadapi kondisi darurat yang dapat terjadi selama musim kemarau.
Sejumlah potensi bencana menjadi perhatian, terutama kekeringan berkepanjangan, krisis air bersih, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Kesiapan personel dinilai penting agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
Kapolres Mamuju Tengah AKBP Ari Prayitno, S.I.K., M.I.K. menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino harus terus ditingkatkan, mengingat kondisi musim kemarau dapat memperbesar potensi kekeringan dan Karhutla.
“Personel harus selalu siap melakukan pemantauan terhadap wilayah yang dianggap rawan serta meningkatkan koordinasi dengan seluruh pihak terkait,” tegasnya.
Selain kesiapan menghadapi bencana, personel juga diarahkan untuk memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat. Kesadaran warga dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Polres Mamuju Tengah juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api, kebakaran, maupun kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan akibat krisis air bersih.
Pengecekan Satgas Tanggap Bencana El Nino 2026 tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Polres Mamuju Tengah dalam memperkuat kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah hukumnya.
Dengan kesiapan personel, pemantauan wilayah secara berkelanjutan, serta sinergi bersama pemerintah dan masyarakat, Polres Mamuju Tengah memastikan kepolisian siap memberikan perlindungan, pelayanan, dan respons cepat demi menjaga keselamatan masyarakat di tengah ancaman dampak musim kemarau dan El Nino.










