Bernilai Ekspor Tinggi, Pj Bahtiar Akan Mendorong Ekosistem Bisnis Jenis Ikan Sidat di Sulbar

- Jurnalis

Sabtu, 3 Agustus 2024 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAJO — Hari kelima Studi Karya Inovasi Pemprov Sulbar berlangsung di lokasi penangkaran Ikan Sidat di Abbanuange Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, Sabtu (3/7/2024). Ikut mendampingi Pj Gubernur Sulbar Bahtiar Bahtiar yakni Asisten III bidang Adminisitrasi Umum, Amujib, Kadis Kelautan dan Perikanan Suyuti Marzuki, Kadis Sosial Abdul Wahab dan sejumlah OPD lainnya.

Rombongan Pemprov Sulbar ini diterima oleh Pj Bupati Wajo Andi Bataralifu, Camat setempat serta penyuluh perikanan. Kedatangan mantan Pj Gubernur Sulsel ini disambut oleh ratusan warga setempat bahkan sempat dijamu makanam khas setempat.

Arwan , penyuluh perikanan Kabupaten Wajo menjelaskan bahwa penangkaran ikan sidat di tempat ini dikelolah oleh Haji Malla, yang sekaligus bertindak sebagai pengumpul ikan sidat.
Warga di kecamatan tersebut sudah lama berprofesi sebagai pencari ikan sidat. Mereka lalu menjualnya ke H.Malla. Bukan hanya warga setempat yang menjual ikan sidat nya ke H.Malla tetapi hampir semua nelayan ikan sidat di Kabupaten Sidrap, Bone dan Soppeng datang menjual nya ke tempat penangkaran milik H Malla.
Menurut Arwan ikan sidat tersebut tidak dijual dalam keadaan mati. Para nelayan membawanya dalam keadaan masih hidup kemudian disterilkan di penangkaran. Harga perkilonya mencapai 100 ribu sementara dalam satu ekor dapat mencapai 5 hingga 6 kilo.

Pj Bahtiar mengaku sengaja datang ke Wajo sebab di Sulawesi Barat juga tak kalah banyaknya pencari jenis ikan sidat. Hanya saja warga menjualnya masih sangat murah. Beda halnya dengan di Wajo yang jalur ekonominya sudah terbuka.
‘saya datang di daerah yang mana satu satunya di pulau Sulawesi yang mempunyai komunitas nelayan tangkap ikan sidat yang orang Bugis dan Mandar sebutnya Massapi. Ini adalah jenis kualitas ekspor dan memiliki protein tinggi” ungkap Pj Bahtiar.

Ikan ini banyak diminati oleh warga negara maju seperti China, Jepang, Singapura serta negara asian lainnya. Namun ikan ini sama halnya dengan ikan Salmon yang memiliki kesulitan untuk mendapatkan.

Siklus hidup ikan sidat terbilang unik, stadia ikan ini berlangsung pada tiga perairan antara lain perairan laut, estuari, dan tawar.

Fenomena ini terjadi karena sifat katadromus yang melekat pada ikan sidat, yakni ikan melakukan migrasi dari perairan tawar menuju lautan untuk melakukan pemijahan.

Setelah itu, larva akan bermigrasi dari lautan, melewati estuari hingga perairan tawar. Berubah dari satu stadia ke stadia ikan sidat selanjutnya.

Di pulau Sulawesi , ada 5 jenis ikan sidat yaitu Anguilla marmorata, Anguilla celebesensis, Anguilla borneensis, Anguilla bicolor pacifica dan Anguilla interioris.
Permintaan spesies jenis ini banyak di konsumsi di Amerika, Eropa, Jepang, Hongkong Taiwan dan China.

Bahtiar mengungkapkan bahwa di Sulbar sendiri banyak hidup ikan sidat namun masih perlu dorongan khususnya intervensi dari pemerintah agar membukakan jalan bagi nelayan sidat di Sulbar agar jauh lebih berkembang dan maju.
“Selama ini kan ambilnya melalui memancing. Nah di sini rupanya tidak memancing lagi. Mereka punya alat. Sehingga masyarakat Sulbar dapat mengadopsi” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Abdul Wahab mengatakan kedatangan mereka di Kabupaten Wajo tentunya akan sangat bermanfaat bagi warga Sulbar. Menurutnya apa yang diprogramkan oleh Pj Bahtiar melalui studi karya inovasi akan bermanfaat bagi masyarakat Sulbar.
“Setelah dari sini, sesuai pertunjuk gubernur kita secepatnya memperlihatkan kepada masyarakat untuk memberikan contoh untuk kegiatan kegiatan ini. Yang sehingga nanti nya, semua yang kita kunjungi ini dapat dilakukan di Sulbar” harap Wahab. (Rls)

Berita Terkait

Karhutla Mamuju-Mateng Jadi Sorotan, BPBD Sulbar Perkuat Koordinasi
BMKG Prediksi Musim Hujan Sulbar Mundur, BPBD Ingatkan Ancaman Karhutla hingga Banjir
Bukan Cuma Sapi, IB Kerbau Mulai Digenjot di Mamasa, Genetik Ternak Jadi Fokus
APBD Sulbar 2027 Terancam Tak Cukup, Junda Maulana: Ada Program Sulit Dipenuhi
7 Event Sulbar Masuk Seleksi KEN 2027, Festival Sandeq Jadi Andalan
Bapenda Sulbar Gandeng Ditlantas Polda, Bidik Potensi PKB Lewat Data NRKB
30 Nakes Sulbar Digembleng, Siap Hadapi Krisis Gizi Saat Bencana
52.329 Kasus ISPA di Sulbar, Balita dan Lansia Jadi Perhatian
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Karhutla Mamuju-Mateng Jadi Sorotan, BPBD Sulbar Perkuat Koordinasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:43 WIB

BMKG Prediksi Musim Hujan Sulbar Mundur, BPBD Ingatkan Ancaman Karhutla hingga Banjir

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bukan Cuma Sapi, IB Kerbau Mulai Digenjot di Mamasa, Genetik Ternak Jadi Fokus

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:35 WIB

APBD Sulbar 2027 Terancam Tak Cukup, Junda Maulana: Ada Program Sulit Dipenuhi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:14 WIB

7 Event Sulbar Masuk Seleksi KEN 2027, Festival Sandeq Jadi Andalan

Berita Terbaru