JAKARTA, — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) mengukir prestasi di tingkat regional Sulawesi setelah meraih predikat Terbaik I Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 2026. Sulbar juga berhasil meraih Terbaik II Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Penghargaan tersebut diumumkan dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Penghargaan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Bank Indonesia.
Penilaian Championship TP2DD 2026 menggunakan capaian kinerja periode 2025 dengan tiga aspek utama, yakni process, yang mengukur koordinasi daerah; output, berupa hasil pelaksanaan program; serta outcome, yang melihat manfaat nyata dari penerapan digitalisasi di daerah.
Capaian tersebut menjadi catatan penting bagi Sulbar setelah selama empat tahun berturut-turut berada di posisi kedua. Pada tahun ini, Sulbar berhasil menempati posisi teratas untuk kategori regional Sulawesi.
Sekprov Sulbar Junda Maulana mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai unsur di daerah dalam mendorong digitalisasi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi.
“Kita Rapat Koordinasi Nasional, Sulbar TP2DD kita dapat terbaik pertama se-Region Sulawesi. Kalau TPID-nya kita terbaik kedua, dua kategori kita dapat,” ujar Junda Maulana usai penyerahan penghargaan.
Menurutnya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari semakin kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Pemprov Sulbar, kata dia, terus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mempercepat penerapan digitalisasi serta pengendalian inflasi.
“Jadi TPID itu berkaitan dengan bagaimana penanggulangan inflasi, TP2DD penggunaan digitalisasi. Ini kerja sama pihak pemerintah dan dunia usaha yang sudah lebih gencar. Pemprov menjadi leading menggerakkan unsur di daerah berkolaborasi menjalankan digitalisasi, termasuk pengendalian inflasi yang erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Salah satu aspek penting dalam keberhasilan TP2DD Sulbar adalah penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Digitalisasi transaksi pemerintah daerah terus diperluas, termasuk pada sektor penerimaan pajak dan retribusi melalui sistem pembayaran nontunai dan kanal digital seperti QRIS.
Penerapan transaksi digital tersebut diarahkan untuk memperkuat transparansi, meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi, sekaligus mendukung tata kelola keuangan daerah yang lebih akuntabel.
Kepala Bidang Perbendaharaan dan Akuntansi BPKAD Provinsi Sulbar, Syaharuddin, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan yang diraih merupakan hasil dari konsistensi dan kerja bersama seluruh pihak dalam menjalankan program TP2DD.
“Semoga capaian ini semakin meningkatkan semangat dan komitmen kita dalam memperluas ETPD melalui pelaksanaan program TP2DD yang lebih inklusif, inovatif, dan optimal,” pungkas Syaharuddin.
Raihan Terbaik I TP2DD Regional Sulawesi dan Terbaik II TPID 2026 tersebut sekaligus memperkuat arah kebijakan Pemprov Sulbar dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang akuntabel, digitalisasi layanan dan transaksi pemerintah, serta pengendalian inflasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.










