FKDM Sulbar Sebut Reuni 212 Sudah Tidak Relevan Dengan Situasi Saat Ini

- Jurnalis

Selasa, 19 November 2019 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU, RAKYATTA.CO — Persaudaraan Alumni 212 berencana akan mengadakan reuni pada 2 Desember 2019. Acara tersebut kemungkinan akan mengambil tempat di Monumen Nasional Monas, Jakarta Pusat.

Reuni 212 tersebut digagas oleh ormas seperti PA 212, Front Pembela Islam FPI, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Forum Umat Islam FUI yang terlibat dalam Ijtima’ Ulama 4. Dimana mereka mengusung NKRI Bersyariah.

Ketua FKDM Sulbar, Nur Salim menilai rencana reuni akbar 212 di Monumen Nasional pada 2 Desember 2019 mendatang, sudah tidak relevan dengan situasi saat ini. Sebab, masalah-masalah yang sebelumnya dituntut pada aksi 212 lalu, telah selesai.

“Dengan adanya rencana reuni alumni 212, sudah terbilang tidak relevan untuk dilakukan. Sebab secara historis, kegiatan tersebut berkaitan dengan protes Umat Islam terhadap kasus penistaan Agama” kata Nur Salim saat dihubungi via telepon, Selasa (19/11/2019).

Dia menjelaskan, bahwa agenda reuni 212 ini cenderung bergerak pada ranah politik praktis dengan menggunakan kekuatan soliditas atas nama Agama.

“Dalam perkembangan selanjutnya, cenderung bergerak ke ranah Politik Praktis dengan menggunakan kekuatan soliditas atas nama Agama. Sehingga agenda Reuni 212 tidak relevan untuk disebut sebagai pertemuan umat Islam. Melainkan lebih pada upaya konsolidasi Politik,” ujarnya.

Dia menghimbau kepada seluruh masyarakat Sulbar untuk tidak terpengaruh apalagi ikut-ikutan dengan agenda Reuni 212 tersebut.

“Karena itu, selaku ketua FKDM Sulbar, menghimbau seluruh pihak agar tidak terjebak dalam konspirasi Politik 212. Sebab bukan hal mustahil, berpotensi menggiring opini umat Islam untuk ikut dalam arus agenda 212, yang cenderung memaksakan kehendak, serta berhaluan berbeda dengan Penerintah” kata Nur Salim.

Oleh karena itu, Nur Salim mengajak kepada seluruh kompomnen bangsa untuk mendukung Kebijakan Pemerintah sah saat ini serta waspada terhadap paham radikalisme dan terorisme.

“Saatnya seluruh komponen anak bangsa turut serta mendukung langkah dan kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Joko Widodo dan KH. Maruf Amin. Senantiasa terus menerus waspada terhadap gerak dan langkah redikalisme. Sebab hal itu merupakan pintu masuk terorisme” tutupnya.

Berita Terkait

Bahu Membahu Lawan Api, Personel Polsek Mamuju dan Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Sumare
Humanis, Polresta Mamuju Ajak Tahanan Nobar Final Piala Dunia Lewat Layar Laptop di Depan Ruang Tahanan
Satu Pelaku dan Motornya di Amankan, Saat Polresta Mamuju Bubarkan Aksi Balap Liar di Bundaran Pasar Baru
Polresta Mamuju Siaga Penuh, Amankan Bhayangkara Presisi Fest UMKM 2026
Membangun Generasi Hebat Dimulai dari Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Penuh Kasih Sayang
Keributan di Festival UMKM Berhasil Diredam, Polresta Mamuju Amankan Dua Terduga Pelaku
Polresta Mamuju Bongkar Dua Kasus Narkoba, Pasangan Calon Pengantin Pesta Sabu dan Pengedar Obat Berbahaya Ditangkap
Solid Tak Hanya di Lapangan, TNI-Polri dan Kejaksaan Perkuat Kebersamaan di Mapolresta Mamuju
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:01 WIB

Bahu Membahu Lawan Api, Personel Polsek Mamuju dan Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Sumare

Senin, 20 Juli 2026 - 05:59 WIB

Humanis, Polresta Mamuju Ajak Tahanan Nobar Final Piala Dunia Lewat Layar Laptop di Depan Ruang Tahanan

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:02 WIB

Satu Pelaku dan Motornya di Amankan, Saat Polresta Mamuju Bubarkan Aksi Balap Liar di Bundaran Pasar Baru

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:07 WIB

Polresta Mamuju Siaga Penuh, Amankan Bhayangkara Presisi Fest UMKM 2026

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:17 WIB

Membangun Generasi Hebat Dimulai dari Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Penuh Kasih Sayang

Berita Terbaru