Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka menunjukkan komitmen kuat dalam mengawal pembangunan daerah. Dalam waktu dekat, orang nomor satu di Sulbar itu akan melakukan kunjungan kerja maraton ke enam kabupaten guna meninjau langsung progres pembangunan, khususnya proyek infrastruktur jalan yang dibiayai melalui APBD Provinsi Sulbar.
Rencana kunjungan kerja tersebut disampaikan langsung Gubernur Suhardi Duka saat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang digelar di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Selasa, 20 Januari 2025. Rakerda ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan arah pembangunan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten se-Sulbar.
Rakerda tersebut dihadiri para bupati dan wakil bupati, sekretaris daerah, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dari enam kabupaten di Sulbar, baik yang hadir langsung maupun yang mengikuti secara virtual. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya sinergi lintas daerah dalam mempercepat pembangunan.
Dalam pemaparannya, Suhardi Duka menjelaskan bahwa kunjungan kerja akan diawali ke Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Mamasa, dua wilayah yang menjadi perhatian utama terkait progres pembangunan jalan provinsi.
“Setelah itu kita lanjut ke Majene, kemudian Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu. Kita ingin melihat secara langsung apa saja persoalan-persoalan pokok yang dihadapi daerah,” tegas Suhardi Duka di hadapan peserta Rakerda.
Tak hanya fokus pada proyek daerah, Gubernur Sulbar juga menegaskan akan meninjau proyek-proyek nasional dan tugas pembantuan yang menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menurutnya, sinkronisasi program pusat dan daerah menjadi kunci agar pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan ketahanan energi, karena ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang harus kita sukseskan bersama,” ujarnya dengan nada tegas.
Lebih jauh, Suhardi Duka menekankan bahwa hasil peninjauan lapangan tersebut tidak sekadar menjadi laporan seremonial, melainkan akan dijadikan basis penyusunan langkah kerja yang lebih komprehensif dan terukur. Temuan di lapangan akan diramu menjadi bahan strategis dalam memperjuangkan kebutuhan Sulbar di tingkat nasional.
“Setelah itu, barulah saya bekerja secara menyeluruh untuk membawa hasil-hasil dan kebutuhan daerah ke pemerintah pusat,” pungkas Suhardi Duka.
Langkah “turun gunung” Gubernur Sulbar ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya jalan provinsi, menjadi prioritas utama demi mendorong konektivitas wilayah, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan pembangunan di seluruh penjuru Sulawesi Barat.










