IGD Bukan untuk Semua Keluhan! RSUD Sulbar Edukasi Warga Soal Darurat Medis

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU – RSUD Provinsi Sulawesi Barat melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) menggelar edukasi kesehatan kepada pengunjung, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di ruang tunggu rekam medik dan dipandu langsung oleh dr. Satrianti bersama tim PKRS.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen peningkatan literasi kesehatan masyarakat, sekaligus mendukung program Panca Daya Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berkarakter.

Dalam pemaparannya, dr. Satrianti menegaskan bahwa Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit vital rumah sakit yang beroperasi selama 24 jam dan khusus menangani kondisi medis yang mengancam nyawa.

“IGD berfungsi memberikan penanganan cepat untuk menyelamatkan nyawa, mencegah kecacatan, serta menstabilkan kondisi pasien sebelum penanganan lanjutan,” jelasnya.

Ia juga menguraikan sejumlah kondisi yang tergolong gawat darurat, seperti nyeri dada hebat, sesak napas berat, kecelakaan lalu lintas, kehilangan kesadaran, kejang, hingga perdarahan hebat. Kondisi-kondisi tersebut wajib segera ditangani di IGD.

Sebaliknya, masyarakat diingatkan agar tidak menggunakan layanan IGD untuk keluhan ringan seperti batuk pilek biasa, demam ringan, sakit kepala ringan, atau kontrol penyakit kronis. Untuk kasus seperti itu, warga disarankan memanfaatkan layanan puskesmas atau poliklinik.

Tak hanya itu, edukasi juga menyoroti sistem triase di IGD, yakni pengelompokan pasien berdasarkan tingkat kegawatannya. Kategori Merah diprioritaskan karena mengancam nyawa, disusul Kuning untuk kondisi serius, dan Hijau untuk keluhan ringan.

Menurut dr. Satrianti, penggunaan IGD yang tidak tepat dapat memicu overcrowded atau kepadatan pasien, yang berpotensi memperlambat penanganan pasien kritis dan meningkatkan risiko keselamatan.

Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, menegaskan bahwa edukasi ini penting untuk membangun kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan secara tepat.

“Kami berharap masyarakat lebih bijak menggunakan layanan kesehatan, khususnya IGD, sehingga pasien dengan kondisi darurat bisa mendapatkan penanganan optimal,” ujarnya.

RSUD Sulbar pun mengimbau masyarakat agar datang ke IGD hanya dalam kondisi darurat, sementara keluhan ringan sebaiknya ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami fungsi IGD dan ikut berperan aktif menjaga kualitas pelayanan kesehatan agar tetap optimal, tepat sasaran, dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Berita Terkait

Sulbar Jajaki Kerja Sama dengan Amerika Serikat, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas
Sekda Sulbar Junda Maulana Luncurkan SI-EVAL KINANTI, Evaluasi Kinerja Pemerintah Kini Digital
DKP Sulbar Matangkan APBD 2027, Target PAD Rp670 Juta dan Efisiensi Anggaran Jadi Fokus
Gubernur Sulbar Kukuhkan Pengurus FKUB 2026–2031, Kerukunan Umat Beragama Jadi Prioritas
BPBD Sulbar Salurkan 6.000 Liter Air Bersih di Mamuju, Warga Terdampak Kekeringan Dibantu
Pastipadu Sulbar Dievaluasi! Stunting dan Kemiskinan Turun, Perkawinan Anak Justru Naik
Gubernur Sulbar Suhardi Duka Ajak Pejabat Perdalam Ilmu Agama, Buya Arrazy Hasyim Hadir Beri Tausiah
SDK Desak Bupati se-Sulbar Usulkan Desa Tanpa Listrik, Tenaga Surya Jadi Solusi!
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sulbar Jajaki Kerja Sama dengan Amerika Serikat, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Sekda Sulbar Junda Maulana Luncurkan SI-EVAL KINANTI, Evaluasi Kinerja Pemerintah Kini Digital

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:13 WIB

DKP Sulbar Matangkan APBD 2027, Target PAD Rp670 Juta dan Efisiensi Anggaran Jadi Fokus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Gubernur Sulbar Kukuhkan Pengurus FKUB 2026–2031, Kerukunan Umat Beragama Jadi Prioritas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:19 WIB

BPBD Sulbar Salurkan 6.000 Liter Air Bersih di Mamuju, Warga Terdampak Kekeringan Dibantu

Berita Terbaru