Jadikan Adik Ipar Pemuas Nafsu, Pria di Majene Terancam 15 Tahun Penjara

- Jurnalis

Selasa, 18 Januari 2022 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAJENE|Rakyatta.co|Seorang warga di Majene yang berinisial MH (30), harus mempertanggung jawabkan perbuatannya ke Polres Majene, setelah menjadikan adik ipanya sebagai pemuas nafsu bejat.

Korban yang berinisial S (16), harus menjadi pemuas nafsu yang tak lain ialah kakak iparnya sendiri.

Hal itu diutarakan Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian, dalam acara press release yang berlangsung di Aula Mapolres, Selasa, 18 Januari 2022 di hadapan para awak media.

“Benar MH (30) yang merupakan warga Lingkungan Lembang Dhua, Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene”, Tuturnya

Ia latakan, MH kini resmi berstatus sebagai tahanan Polres Meneje setelah perbuatannya dilaporkan oleh Istrinya atas pengakuan korban.

Berdasarlan Laporan Polisi: Lp/02/1/2022/Polda Sulbar/Res Majene/SPKT, tanggal 9 Januari 2022 yang sudah berlangsung sejak tahun 2018/2019 dan berakhir bulan Oktober 2021.

Diungkapkan lebih lanjut, Modus tersangka awalnya mengajak korban untuk keluar membantunya mecari daun pandang setrika dengan alasan kepada istrinya bahwa lampu motor tidak berfungsi sehingga iparnya bisa membantunya memberikan penerangan cahaya dengan senter, Urainya.

Sang istripun, Lanjut Kapolres tidak menaruh kecurigaan sedikitpun, karena alasan yang diberikan masuk akal.

“Awalnya aksinya tidak sampai pada hubungan intim layaknya suami istri, namun karena peluang ini terus dimanfaatkan pelaku sehingga berlanjut pada hubungan intim layaknya suami istri”, Masih Kapolres

Bahkan aksi ini diakui berlangsung sekali hingga dua kali dalam seminggu dengan mengiming-imingi korban untuk diberikan handphone dan sejumlah uang tunai dengan kisaran Rp. 50.000 hingga Rp. 100.000 yang diberikan tiap kali berhubungan layaknya suami istri.

Singkatnya pada bulan Oktober 2021 lalu, terduga pelaku kembali melancarkan aksi bejatnya dengan mengatakan “ayomi ehh terakhir kali ini sebelum ke Makassarko,” awalnya korban menolak namun karena di paksa maka terulanglah aksi bejat tersebut.

Febrianto katakan, Atas tindakannya tersebut, terduga pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat 2 Jo pasal 76D undang-undang Repubik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua undang-undang Repunlik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan denda pidana penjara paling lama 15 tahun. Tutupnya(*).

 

Sumber : Humas Polres Majene

Berita Terkait

Kapolres Metro Depok Angkat Keranda Putri Jenderal Hoegeng ke Peristirahatan Terakhir
Respons Cepat Call Center 110, URC Polresta Mamuju Redam Cekcok Tetangga
Gelar Perkara Kecelakaan Bus Maut, Gakkum Satlanta Polres Mateng Naikkan Status ke Penyidikan
Wakapolda Sulbar Buka Audit Kinerja Itwasum Polri, Dorong Peningkatan Kinerja dan Tata Kelola Organisasi
Pantang Menyerah! Polresta Mamuju Jibaku Padamkan Karhutla dari Pagi hingga Malam
Sisir Mamuju hingga Subuh! URC Polresta Mamuju Cegah 3C dan Kriminalitas Jalanan
Kurang 24 Jam, Resmob dan URC Polresta Mamuju Ringkus Terduga Pencuri Kos
URC Polresta Mamuju Gerak Cepat Redam Keributan Saudara Kandung
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 23:12 WIB

Kapolres Metro Depok Angkat Keranda Putri Jenderal Hoegeng ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 8 September 2026 - 14:06 WIB

Gelar Perkara Kecelakaan Bus Maut, Gakkum Satlanta Polres Mateng Naikkan Status ke Penyidikan

Selasa, 8 September 2026 - 10:13 WIB

Wakapolda Sulbar Buka Audit Kinerja Itwasum Polri, Dorong Peningkatan Kinerja dan Tata Kelola Organisasi

Selasa, 8 September 2026 - 08:58 WIB

Pantang Menyerah! Polresta Mamuju Jibaku Padamkan Karhutla dari Pagi hingga Malam

Selasa, 8 September 2026 - 08:49 WIB

Sisir Mamuju hingga Subuh! URC Polresta Mamuju Cegah 3C dan Kriminalitas Jalanan

Berita Terbaru

Advertorial

Sulbar Perkuat Jejaring Labkesmas Mamasa Lewat Program InPULS

Selasa, 8 Sep 2026 - 22:22 WIB